oleh

Driver Gojek yang Pukul dan Maki Penumpang Akhirnya “Dipecat”

Jakarta, Radar Pagi – VP Corporate Affairs Gojek, Michael Reza, membenarkan adanya peristiwa pemukulan yang dilakukan pengemudi GoJek kepada seorang calon penumpang. Michael menyatakan, pengemudi ojol tersebut telah diberi sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sama kemitraan.

“Kami menindak tegas mitra kami yang terbukti melakukan tindakan anarkis yang menganggu keamanan masyarakat. Kebijakan kami ini juga terus kami sosialisasikan,” ujar Michael dikutip Kompas.com, Selasa (13/8/2019).

Dia mengaku telah meminta maaf kepada calon penumpang yang jadi korban pemukulan dan berharap ke depan tidak terjadi kekerasan oleh pengedara GoJek.

“Kami telah meminta maaf kepada pengguna dan sudah menawarkan bantuan konseling psikologi kepada pengguna, bantuan pengobatan, dan juga bantuan hukum jika pengguna kami membutuhkan namun customer infokan bahwa tidak ingin memperpanjang masalah ini dan tidak ingin melakukan pengobatan ataupun konseling akibat kejadian ini,” kata dia.

Sebelumnya sebuah video yang memperlihatkan peristiwa seorang tukang ojek online (ojol) memukul dan memaki-maki calon penumpangnya  viral di dunia maya. Video tersebut antara lain diposting di akun Instagram @koalisipejalankaki.

Dalam postingannya, akun itu menjelaskan peristiwa terjadi di kawasan Stasiun Cawang, Jakarta Timur, Senin (12/08/19) kemarin. Jaket yang dikenakan si pengemudi bertuliskan “Gojek”.

Keterangan dalam postingan tersebut menyebutkan, peristiwa bermula ketika seorang calon penumpang memesan jasa ojek online (ojol). Tukang ojol berjaket Gojek itu tiba di Stasiun Cawang untuk menjemput calon penumpang tersebut.

Setelah cukup lama menunggu, dia tidak kunjung bertemu dengan sang penumpang. Pengemudi itu sudah memanggil – manggil nama si calon penumpang dari depan stasiun.

Akhirnya sang calon penumpang muncul. Ketika dia menghampiri si tukang ojol, si tukang ojol sudah terlanjur kesal. Ia meminta calon penumpangnya membatalkan orderan tersebut.

Permintaan itu dituruti. Calon penumpang itu membatalkan orderan lalu memesan pengendara ojol lain. Namun ketika mendapat pengemudi ojol yang baru dan ingin berangkat, tukang ojol yang sebelumnya kecewa lalu kembali menghampiri calon penumpangnya itu dan melakukan pemukulan beberapa kali. Tidak hanya itu, tukang ojol itu juga melontarkan kata – kata makian. (walda marison/red)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed