oleh

Jembatan Waikaka Ambruk, BBM Langka di Seram Bagian Barat

-Ekonomi-191 views

Maluku, Radar Pagi – Akibat hujan yang mengguyur Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, beberapa hari terakhir, menyebabkan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan Kabupaten SBB yaitu Jembatan Waikaka ambruk. Akibatnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke SBB mengalami keterlambatan, sehingga terjadi kelangkaan BBM di SBB selama beberapa hari terakhir.

Dari pantauan Radar Pagi di Kota Piru dan sekitarnya pada Sabtu (10/8/2019), sudah terjadi antrian panjang warga di beberapa SPBU dan pangkalan-pangkalan tempat pengisian BBM. Amus, salah seorang tukang ojek mengatakan kelangkaan BBM sudah terjadi sejak Kamis kemarin, khususnya BBM jenis Premium dan Partalite.

Dirinya mengaku kelangkaan ini sangat berpengaruh terhadap pendapatannya sebagai tukang ojek. “Bensin dan Pertalite tidak ada sudah 2 hari terakhir. Hal ini sangat mempengaruhi pendapatan ojek kami, sebab kalau minyak susah begini otomatis para pembeli menaikkan harga. Harga yang tadinya Rp.10.000/liter sekarang naik jadi Rp.11.000/liternya,”  ungkap Amus.

Sementara itu Bernadus Kessya, salah satu penjual BBM di Kota Piru mengatakan, kelangkaan yang terjadi dikarenakan terputusnya Jembatan Waikaka yang mengakibatkan pasokan BBM dari Maluku Tengah juga terputus. “Kelangkaan yang terjadi selama Dua hari terkhir karena jembatan Waikaka terputus, sehingga pasokan dari Maluku Tengah mengalami keterlambatan,” terang Kessya.

Saat ditanya apakah dengan adanya kelangkaan ini, dirinya menaikkan harga BBM, dia mengatakan tidak menaikkan harga. “Walaupun BBM langka, saya tidak menaikkan harga karena kelangkaan ini bukan terjadi secara nasional dan hargapun belum berubah secara nasional. Jadi kalau saya naikkan harga berarti melanggar aturan dan otomatis izin saya akan dicabut oleh Pemerintah Kabupaten SBB,” ungkapnya.

Bernadus berharap pemerintah daerah dapat melihat permasalahan ini dengan secepatnya memperbaiki jembatan yang rusak itu.

Di tempat terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten SBB telah mengambil langkah cepat dengan menghubungi pihak Pertamina terkait kelangkaan BBM yang terjadi selama dua hari terakhir. Sulaiman Kibas selaku Kadis Disperindag SBB Saat ditemui di kantornya mengatakan pihaknya telah menghubungi  Pertamina dalam hal ini PT. Elnusa terkait kelangkaan yang terjadi.

“Saya sudah menghubungi pihak Pertamina dalam hal ini PT.Elnusa agar secepatnya memasok BBM ke SBB lewat jalur Kecamatan Taniwel dan alhamdulillah hari ini (Sabtu kemarin), pasokannya akan segera sampai. Mungkin agak sedikit terlambat karena jalur yang dilalui agak jauh dari jalur biasanya,” terang Kibas.

Terkait oknum pengecer BBM yang menaikkan harga, dirinya menegaskan telah menurunkan pegawainya ke SPBU dan pangkalan-pangkaln penjual minyak untuk melakukan pengecekan. Apabila ditemukan ada penjual yang menaikkan harga, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Saya sudah menurunkan pegawai ke masing-masing SPBU dan pangkalan dan pengecer untuk memantau kestabilan harga, apabila ditemukan ada yang menikkan harga lebih dari Rp.10.000/liter, maka kami akn mencabut izin penjualannya,” tegasnya. (Jabar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed