oleh

Pemandu Jetski di Bali yang Perkosa Turis Tiongkok di Tengah Laut Divonis 7 Tahun

-Hukum-2.330 views

Denpasar, Radar Pagi – M. Toha (28), pemandu jetski yang memperkosa turis Tiongkok berinisial ZN (20) divonis tujuh tahun penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Hukuman tersebut lebih tinggi dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut lima tahun penjara.

Dalam amar putusannya, hakim meyakini terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan kekerasan, atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan, atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Terdakwa M.Toha diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan dan kesusilaan. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 289 KUHP,” tegas hakim Heriyanti dalam siding yang digelar kemarin dikutip dari Radar Bali.

Hukuman hakim tersebut langsung membuat Toha pucat pasi. Pembelaan yang dilakukan Toha dan penasihat hukumnya pada sidang sebelumnya tidak mempan.

Pria yang bekerja sebagai pemandu jetski ini sempat bingung saat ditanya tanggapannya terhadap putusan hakim. “Kami pikir-pikir, Yang Mulia,” ujar pengacara terdakwa usai berdiskusi dengan terdakwa.

Usai sidang ditutup, Toha pun melangkah gontai meninggalkan ruangan. Sebelumnya, Toha dijadikan pesakitan lantaran mencabuli ZN.

ZN dan ibunya LX bersama temannya, HY, mengisi liburan di Bali dengan mengunjungi wahana wisata air di BMR Drive & water sport, Tanjung Benoa, Badung, pada Selasa (23/4) sekitar pukul 10.00.

Setibanya di lokasi, korban bersama HY bermain sea water selama kurang lebih 60 menit. Setelah bermain sea water, korban tergiur untuk merasakan sensasi permainan jetski.

Keinginan korban itu dituruti oleh ibunya dengan membeli tiga tiket seharga USD 35. Setelah mendapat tiket, ketiganya kemudian menuju pantai didampingi saksi Siti Rohana alias Noe, selaku pengawai BMR. Mereka kemudian diberikan jetski lengkap dengan pemandunya.

Kala itu, korban mendapat jetski nomor 18 dan terdakwa sebagai pemandu. Lalu terdakwa meminta korban untuk naik ke jetski dengan posisi korban di bagian depan dan terdakwa di bagian belakang.

Keduanya pun berkendara mengelilingi perairan Tanjung Benoa. Sesampai di tengah laut, terdakwa kemudian meminta korban yang mengemudi jetski dan terdakwa memeluk pinggang korban.

Nah, saat itulah timbul niat cabul terdakwa. Tak bersalang lama, terdakwa mengambil alih kemudi jetski dan membawa korban menjauh dari ibunya sampai di Perairan Serangan.

Terdakwa kemudian mematikan mesin jetski lalu menarik dagu korban ke arah kanan dengan kedua tangannya sampai muka korban berhadapan dengan muka terdakwa.

Selanjutnya terdakwa mencium bibir korban dan korban mengikuti keinginan terdakwa karena ketakutan tenggelam lantaran tidak bisa berenang dan berada di tengah perairan laut.

Kemudian terdakwa memaksa korban untuk melayani hawa nafsu besarnya. Setelah puas, terdakwa kembali mengajak korban untuk mengelilingi perairan.

Tak berselang lama, terdakwa kembali memaksa korban untuk melanyani nafsu bejatnya. Setelah tiba di tempat penyewaan jetski, korban kemudian menceritakan kejadian itu ke ibunya.

Tidak terima dengan hal itu, ibu korban ditemani guide Zainal Zulfiki melakukan protes kepada pihak BMR Drive & Water Sport. Kemudian mereka melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. (rb/san/mus/JPR/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed