oleh

Pelaku yang Bunuh Istri dan Bakar Anak Tiri Ternyata Hiperseks

Jakarta, Radar Pagi – Jumharyono (43 tahun) tega membunuh istri sendiri, Khoriah, serta membakar anak tirinya yang masih berusia lima tahun berinisal R cuma gara-gara kesal ditolak saat ingin melakukan hubungan suami istri untuk yang kedua kali. Sang istri rupanya bosan dengan kelainan seksual yang diidap suaminya, yaitu hiperseks alias nafsu seks berlebihan sehingga selalu minta jatah berkali-kali setiap melakukan hubungan suami istri.

Jumharyono mengaku usai berhubungan badan yang pertama dia kemudian mandi. Setelah mandi, sekitar pukul 02.00 WIB, dia kemudian ingin berhubungan badan lagi, namun ditolak istrinya. Lantaran kesal tak dilayani akhirnya berakhir dengan pembunuhan.

“Awalnya saya habis hubungan badan, lalu saya mandi. Berselang 15 menit saya minta lagi, cuma enggak dilayani,” katanya di Polsek Kramat Jati, Jakarta Timur, beberapa saat lalu.

Mendapatkan penolakan itu, Jumharyono emosi sehingga mengambil batu yang digunakan untuk mengganjal pintu kamar mandi dan dihantamkan ke wajah istrinya saat tertidur. “Saya pukul mukanya, cuma dia melawan. Saya ambil pisau, dia juga masih melawan. Makanya saya tusuk dia pakai gunting,” katanya.

Namun Jumharyono kebingungan dan takut ditangkap usai menghabisi nyawa istrinya. Karena itu dia membakar rumah kontrakannya supaya seolah-olah korban tewas karena kebakaran.

“Saya ambil kertas, saya bakar dan buang ke kasur yang juga ditiduri anak korban, apinya sempat besar. Waktu warga datang mau memadamkan saya berencana kabur, cuma saya juga kebakar,” ujar Jumharyono yang sebelum menikah dengan Khoriah juga pernah menikah dua kali dengan wanita lain, namun sudah bercerai.

Jumharyono menyesal telah membunuh Khoriah. Dia mengaku hanya khilaf. “Saya hanya khilaf,” katanya.

Anak Tiri Pelaku Luka Bakar 80%

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo, menjelaskan anak tiri pelaku akhirnya bisa selamat dari maut setelah dievakuasi warga sekitar. Kini dia masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar 70-80%.

“Korban saat itu sedang tidur (kemudian dibakar),” kata Hery kepada wartawan, Kamis (8/8/2019).

Hebatnya, R memperlihatkan sikap tegar. Dia sama sekali tidak menangis. Bahkan menurut kesaksian warga, R berjalan sendiri keluar rumah saat dibakar oleh ayah tirinya, dan saat itu juga tidak menangis.

Rumadi (39), ayah kandung R mengatakan dokter yang merawat pun kagum dengan ketegaran R. “Anak saya itu kuat, sampai dokter bilang ‘anak bapak luar biasa’ luka separah itu masih bisa keluar dari api, jalan keluar rumah, tidak nangis, cuma bilang ‘punggung adek perih’,” katanya.

Dia mengungkapkan, anak keduanya itu mengalami luka bakar hampir seluruh bagian belakang dari kepala hingga kaki.

“Bagian kiri kanan wajahnya kena, bagian depan Alhamdulillah tidak parah, badan hampir seluruhnya kena, perutnya saja yang tak terlalu parah, kaki kena semua, luar biasa anak saya masih bisa berjalan, tidak nangis, mungkin dia pas kejadian tengkurap,” jelasnya.

Diketahui, peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (6/8/2019) dini hari kemarin di rumah kontrakan di Jalan Dukuh V, RT 10 RW 5, Nomor 73 A, Kramat Jati, Jakarta Timur. (safrizal)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed