oleh

Pria yang Pura-pura Mati di Pesantren Attaroqi Nangis Minta Maaf

Sampang, Radar Pagi – Robi Anjal, pria asal Mempawah, Kalimantan Timur, yang pura-pura mati dan berwasiat minta dikubur di nama Pondok Pesantren Attaroqi Karongan, Sampang, Madura, Jawa Timur, meminta maaf sambil menangis di hadapan KH Faurok Alawi.

Sambil membaca secarik surat pernyataan, lelaki 38 tahun itu mengaku menyesal telah berpura-pura mati sehingga nama pesantren ikut tercoreng.

Adegan ini menjadi akhir dari kisah ‘orang mati hidup lagi’ yang menghebohkan warga Kabupaten Sampang, di mana Robi Anjal adalah aktornya. Maaf sang kiai juga membuat lelaki itu tak jadi masuk bui.

Menurut Sayati, istrinya, Robi telah meninggal empat hari lalu dan berwasiat ingin dikubur di dekat makam Kiai Alawi. Namun, ketika diturunkan dari ambulans kondisinya tak dikafani layaknya jenazah pada umumnya. Ia hanya bertutup selimut setengah badan. Lubang hidung dan telinga juga tak disumbat kapas.

Ketika hendak disalatkan, jenazah yang terbaring itu tiba-tiba terperanjat hingga jatuh ke lantai. Para santri yang menyaksikan itu kaget lalu menjauh.

Adegan selanjutnya, Robi yang bangkit dari kematian, dikerubuti para santri yang terheran-heran, “Bagaimana bisa orang yang sudah mati hidup lagi?”. Robi kemudian didudukkan ke tanah, diberi minum dan dia pun tersenyum. Si istri menyiram kepala dan membasuh wajahnya dengan air. Video itu pun berakhir.

Seumpama sinetron, plot cerita dan akting Robi tak sempurna sehingga anggota Babinsa dan Babinkamtibmas yang menyaksikan peristiwa itu justru menjadi curiga. Mereka lantas mengecek identitas keluarga Robi termasuk mengecek telepon genggam istri Robi.

Dari gawai itulah, jejak digital mengungkap fakta lain. Polisi menemukan beberapa foto Robi dan istri di Malang sehari sebelum meninggal. Fakta itu tak sesuai cerita istrinya bahwa Robi telah meninggal empat hari yang lalu. Karena banyak yang janggal, pria gondrong itu pun dibawa ke Mapolres.

Kepada penyidik Robi mengaku sedang mendalami ilmu spiritual. Namun ia tak bisa berkelit lagi, bayangan penjara membuatnya jujur. Ia pun meminta maaf kepada para kiai Pondok Pesantren Attaroqi KH Fauroq Alawi LC dan KH Mawardi, serta KH Juwini Alawi.

“Sehubungan dengan peristiwa pada Jumat 26 Juli 2019 kemarin saya yang berpura-pura meninggal dunia lalu hidup kembali sehingga membuat masyarakat resah dan mencemarkan nama baik pondok, maka saya beribu-ribu maaf dan sedalam-dalamnya memohon maaf kepada pihak pondok dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dimaksud serta apabila mengulangi maka sanggup dituntut hukum yang berlaku,” kata Robi membacakan surat pernyataan dihadapkan KH Fauroq Alawi.

Kiai Faurok menerima permintaan maaf itu dengan dua syarat yaitu tidak mengulangi lagi dan “Saya minta juga dipotong rambutnya, semoga tidak terulang kembali dan semoga ada hikmah di balik ini,” ujar dia.

Dengan maaf itu, Kasubag Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo mengatakan peristiwa yang menghebohkan masyarakat itu sudah berakhir. Pasutri itu pun dipulangkan ke Kalimantan Timur.

“Sudah meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan Robi kepada pihak pondok dan pengaduan sudah dicabut sehingga dipulangkan,” dia menandaskan. (liputan6/igo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed