oleh

Pemkab SBB Jalin Kerjasama dengan Perusahaan Sawit Malaysia

-Ekonomi-348 views

Maluku, Radar Pagi – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (Pemkab SBB) menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Malaysia, FGV, di bidang Penyaluran dan penempatan Tenaga Kerja Indonesia(TKI). Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya perekrutan TKI secara ilegal di daerah yang berjuluk SAKA NESE NUSA ini.

Wujud dari kerjasama tersebut ditandai dengan diadakannya sosialisasi Tata Cara Penempatan Pekerja Migran Indonesia, yang disponsori oleh PT ZISRA DWI JAYA(PJTKI) di Gedung Nunusaku Centre SBB, Senin (29/7/2019).

Sosialisasi ini dilaksanakan atas dasar tuntutan UU Nomor  18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta informasi peluang kerja ke Malaysia dan UU Nomor 39 Tahun 2004, tentang penempatan tenaga kerja dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Luar Negeri.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati SBB Drs. M.Yasin Payapo, MPd, Plt. Sekda SBB, Hasanudin Silawane, SH, MSi, para Pimpinan OPD Lingkup Pemda SBB, Danrem Persiapan 151 Binaya yang diwakili Pabung Mayor Mado, Polres SBB, Camat se-Kabupaten SBB, Kepala-kepala Desa, Tokoh agama, Tokoh Pemuda dan sekitar 250 undangan lainnya.

Sementara yang mewakili pihak PT ZISRA DWI JAYA (Human Resources Management Services) Auliya Febrina selaku Chief Operating Officer, Tuan Muh. Amin (Ketua FGV ketenagakerjaan wilayah sabah dan  serawak) dan Tuan Nuruzzaman (Chief Exekutive Officer FGV Serawak).

Pembukaan sosialisasi ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan plakat oleh Bupati M. Yasin Payapo kepada CEO PT Zisra Dwi Jaya, Kepala Ketenagakerjaan FGV wilayah Sabah dan Serawak serta kepada CEO FGV wilayah Serawak.

Dalam sambutannya, Bupati M. Yasin Payapo mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan dari PT Zisra Dwi Jaya dan pihak FGV Malaysia, yang memilih Kabupaten SBB sebagai tujuan untuk perekrutan pekerja ke luar negeri, khususnya ke Malaysia,  akan tetapi dirinya juga mengharapkan adanya jaminan keamanan dan keselamatan para pekerja khususnya pekerja.

“Saya sangat mendukung sekali silaturahmi ini, tetapi saya juga meminta kepada pihak PT Zisra Dwi Jaya dan pihak FGV agar keamanan dan keselamatan masyarakat saya lebih diutamakan, hal ini karena yang sering saya lihat di berbagai media elektronik maupun cetak, banyak sekali TKI asal Indonesia yang disiksa dan dianiaya oleh majikan mereka dan saya tidak ingin masyarakat saya mengalami  hal demikian (penganiayaan),” harap Bupati.

Lebih lanjut dia mengatakan, dirinya juga berharap kepada masyarakat yang nantinya akan direkrut agar dapat mematuhi peraturan yang ditetapkan pihak perusahaan dan aturan Pemerintah Malaysia.

Sementara itu, menanggapi apa yang dikhawatirkan oleh Bupati, pihak PT Zisra Dwi Jaya Auliya Febrina  mengatakan bahwa  pihaknya telah menandatangani kontrak kerja dengan pihak FGV dan KBRI  yang ada di Sabah dan Serawak  demi menjamin keselamatan TKI selama berada di tempat mereka bekerja.

“Saya ingin menyampaikan kepada Pak Bupati dan seluruh masyarakat SBB, bahwa kami adalah perusahaan PJTKI yang profesional. Untuk itu, kepada seluruh masyarakat jangan ragu, kami sudah membuat MOU dengan pihak perusahaan (FCV) dan KBRI di Sabah dan Serawak terkait dengan kenyamanan dan keselamatan para TKI selama berada di Sabah dan Serawak,” Tegas Auliya.

Lebih lanjut Auliya menjelaskan bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan salah satu kantor pengacara di Jakarta untuk mendampingi TKI apabila yang bersangkutan tersandung masalah hukum. (jabar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed