oleh

Anggrek Intan Jaya Go Internasional

Intan Jaya, Radar Pagi – Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua, baru-baru ini terpilih menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam pameran anggrek tingkat Asia Pasifik yang digelar di Kuching, Malaysia.

Selain membawa tiga jenis tanaman anggrek yang dinilai memiliki kekhasan dan keunggulan, Tim Anggrek Intan Jaya juga membawa karya seni Noken Papua dengan motif anggrek.

Bapak dan Ibu Duta Besar Indonesia , Wabup Intan Jaya Yan Kobogoyau, Ibu Bupati Merauke, Ibu Wakil Bupati Intan Jaya Yuli Kobogoyau, serta Ibu Wakil Bupati Yapen bersama Tim Provinsi dan Intan Jaya

Rombongan Kabupaten Intan Jaya dipimpin oleh Wakil Bupati Intan Jaya Yan Kobogoyau. Mereka bergabung dengan Kabupaten Merauke dan Yapen.

“Anggrek yang banyak tumbuh di wilayah tengah Pegunungan Papua, termasuk Intan Jaya, ternyata memiliki nilai sangat tinggi, sehingga layak dipamerkan di tingkat Asia Pasifik,” kata Yan Kobogoyau kepada Radar Pagi, Senin (29/7/2019).

Apalagi, kata Yan, anggrek Intan Jaya telah melewati proses seleksi dari tingkat provinsi dan nasional, sehingga menbuktikan kelayakannya.

“Di tingkat Provinsi Papua, anggrek Intan Jaya menempati juara umum dan di tingkat nasional menempati urutan ketiga,”  katanya.

Dia melihat ajang pameran tersebut bisa menjadi peluang bagi Tim Anggrek Intan Jaya untuk belajar dari negara-negara lain, sehingga anggrek Intan Jaya dan Papua serta seni turunannya bisa lebih dikembangkan lagi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Menurut rencana, kata Yan, sebuah taman nasional anggrek lengkap dengan pusat souvenir anggrek termasuk noken dan lainnya akan dibangun di Intan Jaya supaya bisa membantu ekonomi masyarakat.

Pameran anggrek tingkat Asia Pasifik sendiri berlangsung selama empat hari, yaitu dari 23-26 Juli 2019.

Hasil pamerannya, Papua yang mewakili negara Indonesia meraih Juara 3 Anggrek dan Juara 1 Stan Alami Terbaik tingkat internasional.

Pada hari keempat acara, tim anggrek Papua juga melakukan pertemuan dengan Kedutaan Indonesia untuk Malaysia dan makan malam di Rumah Indonesia di kawasan Kuching.

Diketahui ada sekitar 2.600 spesies anggrek tersebar di hutan Papua. Dari ribuan spesies itu, banyak di antaranya yang berpotensi untuk go internasional. (Om Yan)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed