oleh

Warga Desa Bawolahusa Geruduk Kantor Kejari Nias Selatan

-Hukum-44 views

Nias Selatan, Radar Pagi – Sejumlah warga Desa Bawolahusa Kecamatan Mazino Kabupaten Nias Selatan menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan (Nisel) sekitar pukul 18.00 wib, Jumat (19/7/2017) silam. Penyebabnya diduga karena penahanan tiga warga oleh Kejari Nisel.

Massa tidak terima atas penahanan ketiga warga tersebut karena ketiganya tidak berbuat salah. Ketiga warga yang ditahan oleh Kejari Nisel, masing-masing Sito’olo Halawa (BPD), Satuhati Telaumbanua (mantan sekdes) dan Resohati Telaumbanua atas tuduhan tindakan penganiayaan kepada Kepala Desa beberapa waktu lalu.

Warga dan keamanan sempat bersitegang dan saling dorong-dorongan dan bahkan beberapa dari mereka (perempuan) mencoba menghalangi dengan cara tidur di pintu keluar kantor Kejaksaan saat ketiganya hendak dibawa ke rumah tahanan.

Elfrida Telaumabanua, anak dari salah satu yang ditahan, mengatakan bahwa bapaknya ditahan karena dituduh telah melakukan penganiayaan terhadap kepala desa.

“Beberapa waktu lalu dilakukan rapat tentang dana desa yang dilaksanakan dirumah bukan dibalai desa. Dan BPD bersama bapak saya datang disana dan bertanya kok di rumah dilaksanakan musyawarahnya, kenapa bukan di balai desa. Terjadilah cek-cok di situ dan pihak kepala desa melapor di Polsek Telukdalam bahwa beliau telah diancam,” tutur Elfrida.

Atas laporan tersebut, lanjutnya Kejari Nisel melakukan penahan (P21) terhadap Sito’olo Halawa, Satuhati Telaumbanua dan Resohati Telaumbanua.

Kajari Nias Selatan, Kapolres Nias Selatan yang hadir sekitar pukul 20.30 wib melakukan pemecahan masalah tersebut bersama keluarga dari ketiga tahanan. Kajari Nias Selatan Rindang Onasis menyebutkan ketiga tahanan diberikan status tahanan kota.

“Demi keamanan, demi kemasyarakatan sehingga pertimbangan tersebut  maka dilakukan penahanan kota saja dengan catatan mereka tetap kooperatis menjalani persidangan nanti,” ujar Rindang.

Lanjut Rindang Onasis mengatakan kasus tersebut adalah terkait pengancaman dan ketiganya melanggar pasal 335 KUHP.

“Kasus ini tetap lanjut, hanya saja pengalihan penahanan saja,” tukasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga akar masalah berawal dari dana desa di Desa Bawolahusa yang dinilai tidak tepat sasaran. Saat musyawarah desa digelar untuk membahas persoalan itu, ketiga warga yang kini ditahan terlibat adu mulut dengan kepala desa terkait tempat musyawarah yang dilaksanakan di rumah kepala desa, bukan di balai desa. (Wilson)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed