oleh

Polisi Tangkap Narapidana yang Cabuli Anak Lewat Medsos

-Hukum-609 views

Jakarta, Radar Pagi – Mungkin terdengar aneh. Namun seorang narapidana yang sedang mendekam dalam penjara di Surabaya, Jawa Timur, kembali ditangkap polisi karena ketahuan melakukan pencabulan terhadap anak lewat media sosial (grooming).

TR (25) yang sedang dipenjara karena kasus pencabulan terhadap tetangganya yang masih di bawah umur, sekarang terpaksa berurusan dengan Bareskrim Polri karena menggunakan akun palsu untuk mendapatkan foto atau video korbannya.

“Tersangka memerintahkan ke anak untuk melakukan apa yang diperintahkan, yaitu membuka pakaian, kemudian lebih dari itu si anak disuruh menyentuh bagian intimnya,” kata Wadirtipid Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safrudin di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan KPAI tentang adanya guru yang mengadu akun media sosialnya dipalsukan. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mendapati akun guru tersebut dipalsukan tersangka.

Dalam aksinya, tersangka mengambil foto salah seorang guru di akun Instagram. Foto tersebut lalu digunakan untuk membuat akun baru yang mengatasnamakan guru tersebut.

“Tersangka melakukan profiling, ibu guru X ini follower-nya di IG ada berapa banyak, yang anak-anak ada berapa banyak. Kemudian, setelah tersangka mendapatkan akun anak, di-follow, sehingga anak ini jadi followers akun palsu,” ujar Asep.

Lewat akun palsu itu, tersangka meminta akun WhatsApp milik korban. Foto dan video cabul yang diminta tersangka lalu dikirim lewat WhatsApp.

Asep mengatakan modus operandi yang dilakukan pelaku setelah membuat akun palsu adalah meyakinkan korban untuk mengirimkan gambar telanjang, alat kelamin, dan didokumentasikan melalui video via direct message (alias pesan privat di medsos atau DM) atau WhatsApp (WA).

“Hasil penelusuran lebih dari 1.300 dalam akun e-mail-nya tersangka ada 1.300 foto dan video, semua anak tanpa busana. Yang sudah teridentifikasi ada 50 anak dengan identitas berbeda,” ungkapnya.

Asep menjelaskan pelaku mengancam korban bila tak mengirimkan gambar maka akan memberi nilai jelek di ujian. Ancaman ini membuat korban menuruti permintaan pelaku.

Polisi menyebut pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan HP. (igo/dtc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed