oleh

Prabowo Ketemu Jokowi, Amien Rais: Kok Nyelonong? Ahok: Puji Tuhan!

-Utama-393 views

Jakarta, Radar Pagi – Prabowo mengagetkan barisan pendukungnya dengan bertemu Jokowi di Stasiun MRT, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Beragam komentar pro dan kontra pun bermunculan, termasuk dari Amien Rais dan Ahok.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku Amien belum bisa berkomentar jauh soal pertemuan kedua tokoh itu.

“Makanya itu, mengapa kok tiba-tiba nyelonong?” kata Amien, kepada wartawan di kediamannya di Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (13/7/2019).

Amien menolak berkomentar lebih jauh. Dia menegaskan hanya akan memberikan pernyataan setelah mendengar penjelasan langsung dari Prabowo.

“Saya akan tanya dulu apa betul pertemuan itu sudah membahas rekonsiliasi, apalagi sampai membahas kursi dan lain-lain, tentu saya akan dengar dulu,” kata Amien.

Pertanyaan akan sikap Prabowo yang terlihat melunak juga datang dari Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212. Mereka mengaku agak kecewa seandainya Prabowo belum tabayun kepada ulama tetapi sudah bertemu Jokowi.

“Bila benar (Prabowo) ambil langkah-langkah politik oposan dan dihubungkan dengan yang riil (bertemu Jokowi) ini, tidak atau belum sempat tabayun dengan para ulama pendukungnya, kami selaku Kadivhum PA 212 agak kecewa,” ujar Ketua Divisi Hukum PA 212, Hari Damai Lubis, Sabtu (13/7/2019).

Dia menilai Prabowo kurang memahami makna Sami’na Wa Atho’na atau  Kami Mendengar dan Kami Taat.

“Mungkin sejatinya beliau kurang paham tentang makna Sami’na Wa Atho’na yang pernah dinyatakannya dalam beberapa kesempatan,” katanya.

Ucapan lebih keras datang dari juru bicara PA 212 Novel Bamukmin. menegaskan sudah tak lagi bersama Prabowo.

“Secara pribadi, istilah ‘sepakat akhiri cebong dan kampret’ itu istilah buat Prabowo sendiri, kami bukan bagian dari apa yang Prabowo atau Jokowi sebut, karena buat kami, perjalanan perjuangan ini harus berlanjut,” kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019).

Novel mengatakan perjuangan yang dimaksud PA 212 adalah berjuang melawan kecurangan Pilpres 2019 kemarin. Dia juga mengungkit kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Karena kami tidak bisa toleransi terhadap kecurangan, bahkan sampai korban nyawa, baik tragedi berdarah 21-22 Mei 2019 atau petugas KPPS kurang-lebih 500-an lebih yang wafat tidak wajar,” katanya.

Berbeda dengan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Dia bersyukur atas pertemuan ini.

“Puji Tuhan,” kata Ahok, Sabtu (13/7/2019).

Ahok berharap pertemuan itu menjadi awal kebaikan bagi persatuan bangsa ke depan.

“Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bisa berdiri kokoh,” ujar Ahok. Dia juga memuji Jokowi dan Prabowo sama-sama bersepakat agar seluruh masyarakat bersatu kembali, tidak ada lagi istilah ’01-02′ atau ‘cebong-kampret’. (maria)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed