oleh

PA 212 Kecewa Prabowo Bertemu Jokowi di Stasiun MRT

-Utama-115 views

Jakarta, Radar Pagi – Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 mengaku agak kecewa seandainya Prabowo belum tabayun kepada ulama tetapi telah bertemu Jokowi di Stasiun MRT, Sabtu (13/7/3019).

“Bila benar (Prabowo) ambil langkah-langkah politik oposan dan dihubungkan dengan yang riil (bertemu Jokowi) ini, tidak atau belum sempat tabayun dengan para ulama pendukungnya, kami selaku Kadivhum PA 212 agak kecewa,” ujar Ketua Divisi Hukum PA 212, Hari Damai Lubis, Sabtu (13/7/2019).

Dia menilai Prabowo kurang memahami makna Sami’na Wa Atho’na atau  Kami Mendengar dan Kami Taat.

“Mungkin sejatinya beliau kurang paham tentang makna Sami’na Wa Atho’na yang pernah dinyatakannya dalam beberapa kesempatan,” katanya.

Ucapan lebih keras dating dari Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin. Dia menyebut PA 212 sudah tak lagi bersama Prabowo dan akan meneruskan perjuangan melawan kecurangan Pilpres 2019.

“PA 212 sudah kembali kepada khitoh semula, yaitu sudah tidak lagi bersama partai mana pun, juga Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional),” ujar Novel kepada wartawan.

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku tidak tahu apakah Prabowo sudah bertabayun ke para ulama di Ijtimak Ulama terkait pertemuan dengan Jokowi. Namun dia menegaskan seluruh partai koalisi sebelumnya sudah diberi tahu.

“Saya tidak tahu detailnya, tapi yang jelas, Pak Prabowo dari awal sudah menyampaikan waktu rapat tanggal 28 Juni, dalam rapat beliau sudah menyampaikan, waktu rapat pembubaran koalisi, beliau akan bertemu dengan Pak Jokowi untuk membicarakan kepentingan bangsa,” kata Andre dihubungi lewat telepon.

Bermain di Air Keruh

Di tempat terpisah, PDIP mengapresiasi pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. PDIP menilai, setelah pertemuan ini, akan kelihatan siapa saja yang selama ini bermain di air keruh.

“Tidak ada lagi ‘cebong’ dan ‘kampret’, yang ada adalah Garuda Pancasila. Sehingga akan jelas kelihatan, siapa yang bermain di air keruh, yang masih mau memanfaatkan agenda pilpres ini untuk memecah belah bangsa Indonesia,” ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, Sabtu (13/7/2019).

Dia mengatakan akhirnya momen pertemuan antara Jokowi dan Prabowo terjadi. Ini, menurutnya, adalah momen penting yang ditunggu-tunggu rakyat.

“Pertemuan ini menunjukkan sikap negarawan demokratis dua belah pihak, sekaligus pendidikan politik yang baik untuk bangsa Indonesia, bahwa setelah kompetisi yang ‘panas’ sekalipun, baik Jokowi maupun Prabowo rela bertemu, berjabat tangan, ngobrol, dan makan bersama merupakan sarana untuk kembali mengeratkan tali silaturahim anak bangsa,” kata Andreas. (hri/knv/idh/dtc/igo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed