oleh

Ternyata Tukang Bubur Ini Tega Habisi Nyawa Bocah Karena Korban Tak Mau Dicabuli

-Hukum-310 views

Bogor, Radar Pagi – Pengakuan Haryanto (23) alias Yanto, bahwa dia membunuh FAN karena kesal merasa diganggu usai capek berjualan ternyata bohong. Polisi mengungkap bahwa tukang bubur itu kesal lantaran bocah 7 tahun itu tak mau dicabuli.

Yanto si tukang bubur yang belum pernah naik haji menghabisi nyawa FAN di kontrakannya di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (29/6/2019). Jenazah korban kemudian ditemukan pada Selasa (2/7/2019) dalam kondisi membusuk di bak mandi kontrakan Yanto.

Cerita bermula saat korban datang ke kontrakan untuk meminta makanan kepada Yanto. Korban pun diberi makanan dan uang Rp 2.000. Yanto kemudian meminta korban menciumnya. Dia membujuk korban dengan menawarkan uang Rp 5.000.

“Pelaku meminta korban mencium pelaku. Nanti diiming-imingi sejumlah uang, sekitar Rp 5.000,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky di Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/7/2019).

Korban menolak permintaan itu. Namun Yanto tetap memaksa untuk melampiaskan hasrat seksualnya. Karena korban berontak dan histeris, Yanto panik dan merendam korban di air hingga meninggal dunia.

“Korban yang masih di bawah umur ini menolak sehingga, karena dipaksa, histeris, panik, histeris dari pada korban, pelaku panik, kemudian spontan melakukan pembunuhan tersebut,” ujar Dicky.

Menurut Dicky, aksi pencabulan yang dilakukan Yanto ini bukanlah yang pertama. Kepada polisi, Yanto mengaku sudah mencabuli korban sebanyak dua kali.

“Korban sementara baru yang bersangkutan dan untuk pencabulan ini bukan hanya sekali ini tapi ini sudah berapa kali, yaitu dua kali. Sekitar dua kali. Tetapi yang kali ini yang menolak,” ujar dia.

Dicky menyebut Yanto memang mempunyai kelainan seksual dan memiliki kecenderungan menyukai anak-anak. Kelainan seksual itu muncul lantaran Yanto sering menonton video pornografi.

“Adapun motif dari pada pelaku adalah masalah kelainan seksual, di mana yang bersangkutan memiliki kecenderungan menyukai anak-anak di bawah umur. Nah ini juga ada pengaruh dari pada pornografi,” imbuh Dicky.

Usai membunuh, Yanto sempat buron dan tinggal berpindah-pindah hingga empat kota di Jawa. Yanto kemudian kabur ke kampungnya, Desa Gendong, Kecamatan Moga, Pemalang, Jawa Tengah. Lalu diantar keluarganya menyerahkan diri ke Polsek Moga, Pemalang, Jateng, pada Rabu (3/7/2019) sore. (knv/fjp/dtc/igo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed