oleh

Heboh Kakak Nikahi Adik Kandung di Bulukumba

Bulukumba, Radar Pagi – Kasus pernikahan antara kakak dengan adik kandungnya menghebohkan warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Adalah Ansar bin Mustamin (32) yang menikahi adik bungsunya sendiri lantaran sang adik terlanjur hamil empat bulan akibat perzinahan sedarah yang mereka lakukan.

Kedua pasangan suami-istri sekaligus kakak beradik ini melangsungkan pernikahan di tanah perantauan di Provinsi Kalimantan Timur.

Kasus ini terbongkar setelah istri sah Ansar, Hervina (28), warga Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, melaporkan hal tersebut ke Mapolres Bulukumba.

“Saya harap keadilan dan kepastian hukum, serta meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap Ansar,” ujar Hervina.

Menurut Hervina, pernikahan sang suami dengan adik kandungnya sendiri itu sekitar enam hari lalu. Mereka melangsungkan pernikahan di Kalimantan.

“Ini baru saya ketahui setelah mereka berdua ke Kalimantan dan saya melihat video pernikahan mereka berdua,” ungkapnya.

Selama ini, kata Hervina, ia tidak pernah menaruh curiga atas perselingkuhan suaminya dengan adiknya sendiri. Karena menurutnya, kedekatan dengan adik kakak merupakan hal wajar, sehingga gerak gerik mencurigakan tak pernah terlintas dalam benak pikirannya.

“Saya tidak pernah curiga dengan dia (Ansar). Meski perzinahan tersebut telah terjadi sejak 3 bulan lalu,” tuturnya.

Hervina pun berharap agar kasus ini cepat ditangani oleh pihak kepolisian. Dan berharap sang suami secepatnya bisa diamankan. Kemudian, ia pun akan menggugat cerai suaminya itu jika proses hukum telah berlangsung. “Setelah proses hukumnya, saya akan meminta cerai,” geramnya.

Sementara itu, Ruslan, saudara kandung Ansar, mengaku jika dirinya merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara. Dimana Ansar yang merupakan anak ketiga menikahi adik kandungnya yang paling bungsu.

“Kami tujuh orang bersaudara. Dia (Ansar) menikah dengan adik yang bungsu. Kalau bisa diproses hukum. Seandainya masih berlaku hukum adat maka saya juga meminta untuk dilakukan hukum adat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Salemba Andi Agung yang mendampingi warganya melapor mengatakan bahwa ia baru mengetahui peristiwa tersebut setelah salah satunya perangkat desa memberitahukan hal itu. Sehingga ia langsung merespon hal tersebut dengan menemani warganya itu untuk melaporkan ke aparat kepolisian.

“Saya baru tahu setelah pak dusun memberitahukan saya. Dan kedua orangtuanya ini tidak menerima, di sisi lain juga, pernikahan saudara dalam agama itu tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, pihak keluarganya Ansar juga sudah tidak sudi lagi untuk menerimanya kembali berdomisili di kampung halamannya.

“Semua saudara dan istrinya tidak menerimanya lagi berdomisili di Desa Salemba dan kalau perlu di Sulsel. Harapannya, melalui proses hukum walaupun keduanya bersaudara kandung,” jelas Andi Agung.

Sekadar diketahui, pasangan suami istri Ansar dan Hervina dikaruniai seorang anak yang saat ini masih berusia tujuh tahun atau menempuh pendidikan di SD kelas 1.

Terpisah, Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait perzinahan yang dilakukan oleh kakak beradik. Dan kasus ini, kata dia, pihaknya sementara mendalami laporan tersebut dan meminta keterangan dari beberapa kerabat korban.

“Menerima laporan yang bersangkutan dan melakukan penyelidikan dengan mengambil beberapa keterangan dari beberapa kerabat korban.  Berdasarkan informasi korban, pelaku saat ini berada di Kalimantan dan di sana melakukan pernikahan,” ujarnya.

Istri sah Ansar, Hervina, 28 tahun, memperlihatkan buku nikahnya bersama suaminya Anshar. (Foto: Ist)

Diharamkan 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan akhirnya angkat bicara terkait adanya pernikahan sedarah atau saudara kandung yang terjadi di Kabupaten Bulukumba. Menurut MUI, pernikahan itu haram menurut ajaran Islam.

“Pernikahan saudara kandung menurut ajaran Islam itu haram. Itu ada dalam surat An-nisa ayat 23,” tegas Sekretaris Bidang Fatwa MUI Sulsel, Dr Wahid Haddade, Senin (1/7/2019) malam.

Dia menerangkan bahwa dalam ajaran Islam, ada 14 golongan yang dilarang untuk dinikahi. Di antaranya, larangan pernikahan karena berlainan agama, larangan pernikahan karena hubungan darah yang terlampau dekat, larangan pernikahan karena hubungan susuan, larangan pernikahan karena hubungan semenda dan larangan pernikahan poliandri.

Kemudian larangan pernikahan terhadap perempuan yang di li’an, larangan menikahi perempuan/laki-laki pezina, larangan pernikahan dari bekas suami terhadap perempuan (bekas istri yang ditalak tiga) dan terakhir larangan nikah bagi laki-laki yang telah beristri empat.

Secara genetis, jika seorang dengan gen yang berasal dari keturunan yang sama menikah maka akan terjadi mutasi.

Mutasi tersebut selanjutnya akan menimbulkan masalah pada anak yang dilahirkan seperti cacat tubuh, penyakit mental (idiot, debil, imbisil) penyakit metabolisme seperti diabetes, huntington, dan lain sebagainya. ( Lodi Aprianto/Rio Anthony/Tagar/arman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed