oleh

Tim Hukum Prabowo-Sandi Tegaskan yang Curang Tidak Bisa Jadi Presiden

-Utama-105 views

Jakarta, Radar Pagi – Salah satu tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Denny Indrayana, menegaskan dengan adanya bukti kecurangan dalam Pilpres, seorang pasangan calon presiden dan wakil presiden bisa didiskualifikasi.

“Siapa pun yang curang tak boleh jadi presiden. Pelaku kecurangan adalah pengkhianat kedaulatan rakyat,” kata Denny di Jakarta, beberapa saat lalu.

Dia optimis pihaknya dengan menggunakan pendekatan substantif akan memenangkan gugatan. Sebab MK bertugas menegakkan konstitusi bukan penjaga undang-undang.

“Undang-undang yang bertentangan dengan konstitusi MK bisa menabraknya dan itu sudah berkali-kali dilakukan MK. Tugas MK adalah menjaga kemurnian asas pemilu yang luber, jujur, dan adil,” kata Denny.

Lewat pendekatan substantif, ia melanjutkan, dua saksi ahli yang memaparkan kajian forensik mengungkapkan antara lain jumlah daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah, invalid dan palsu. Menurut Denny, jumlah DPT terus berubah bahkan ketika waktu pencoblosan telah lewat sebulan jumlah DPT masih terus mengalami perbaikan.

“KPU tak bisa menjawab ini, tak bisa menunjukkan formulir C-7, ini lo jumlah para pemilih yang hadir d TPS,” katanya.

Sebaliknya, pihak KPU, Bawaslu, dan kubu Jokowi – KH Ma’ruf Amin mempertahankan diri lewat pendekatan prosedural tanpa menyentuh masalah. Pendekatan ini mendapat sokongan dari saksi ahli Prof Edward (Eddi) Omar Sharif Hiariej.

“Itu berarti ahli tidak sependapat dengan ketua MK dong bahwa Mahkamah tak terikat dengan UU, apalagi yang bertentangan dengan Konstitusi,” ujar Denny. (jat/dtc/igo)

 

News Feed