oleh

Anies Terbitkan IMB Pulau Reklamasi, Isu Korupsi Kembali Mencuat

-Hukum-77 views

Jakarta, Radar Pagi – Proyek reklamasi Teluk Jakarta kembali menjadi sorotan setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) di pulau buatan itu. Padahal sebelumnya Anies telah menghentikan proyek reklamasi teluk Jakarta.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengendus bau korupsi pada proyek reklamasi tersebut. Mereka mendesak Anies untuk menguji kembali kemanfaatan pulau reklamasi yang IMB. Menurut KNTI, hal ini dapat menjawab arah diambil oleh Perda DKI, khususnya untuk tiga pulau yang telah dibangun.

KNTI juga mendesak Anies untuk mencabut izin tersebut, karena ada persoalan aturan dasar yang cacat dan maladministrasi.

“Peraturan terkait tata ruang kawasan dan pesisir itu tidak ada dan belum ada di DPRD, tapi alasan tak cabut dari Anies itu, menurut saya karena adanya ketidakpastian arah jika itu dicabut,” ujar Ketua KNTI Ahmad Martin Handiwinata dalam diskusi politik di Kantor Formappi, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2019).

Dalam waktu dekat, kata Martin, KNTI bersama koalisi masyarakat sipil akan melakukan aksi dalam untuk menentang diterbitkannya IMB, sebab kebijakan tersebut hanya menguntungkan pengusaha/pengembang.

“Kami membaca terbitnya IMB ini, pemanfaatan Pulau D, dalam upaya komersil sehingga tidak lain adalah bisnis semata,” kata Ahmad.

KNTI berharap izin yang telah diterbitkan Gubernur Anies jangan sampai menjadi ‘tameng’ guna melanjutkan proyek reklamasi di pulau yang belum tergarap.

Karena menurut informasi yang diperoleh KNTI, di Pulau G mulai ada kapal pengeruk yang menjadi tanda berlanjutnya pembangunan di Teluk Jakarta tersebut.

“Jadi saya dapat info itu dari nelayan, ini tanda proyek reklamasi lanjut lagi,” kata Ahmad.

Menurut KNTI, aroma korupsi proyek reklamasi Teluk Jakarta berkaitan dengan terbitnya Kepres No 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta di era Presiden Soeharto.

“Bisa dikatakan Kepres ini sangat erat dengan proses korupsi. Kita tahu sendiri 2016 ada kasus korupsi yang mencuat. Nah dari kasus tersebut saya bisa katakan bahwa proyek reklamasi ini juga sangat erat dengan bagaimana proses korupsi,” kata

Dugaan Ahmad diperkuat lewat informasi yang diperoleh pihaknya, bahwa salah satu anggota KPK yang sempat diserang berkaitan dengan penanganan kasus korupsi proyek reklamsi ini.

“Ada informasi, salah satu penyidik KPK yang diserang itu terkait dengan korupsi di reklamasi,” klaim Ahmad. (safrizal)

News Feed