oleh

Kisah Warga Lumajang Gadaikan Istri ke Laki-laki Lain Hingga Berujung Pembunuhan

-Anehsiana-2.897 views

Lumajang, Radar Pagi – Ada-ada saja otak kriminal Hori bin Suwari (43). Warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini punya ide nyeleneh ketika butuh duit. Dia menggadaikan istrinya kepada Hartono seharga Rp250 juta. Selama dijadikan jaminan hutang, sang istri yang berusia 35 tahun itu pun tinggal bersama Hartono.

“Peristiwa bermula ketika tersangka Hori meminjam uang kepada Hartono Rp250 juta dengan jaminan istri Hori yang dengan inisial R diserahkan ke Hartono sampai Hori mampu melunasi hutangnya, baru istrinya dapat dikembalikan,” tutur Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, Rabu (12/6/2019) silam.

Setelah 1 tahun berlalu, Hori ingin menebus hutangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali. Tapi Hartono meminta agar dikembalikan dalam bentuk uang sesuai perjanjian, bukan diganti sebidang tanah.

Karena kecewa, akhirnya tersangka Hori merencanakan pembunuhan terhadap Hartono yang tinggal di Desa Sombo Gucialit.

Hari naas itu pun tiba pada Selasa 11 Juni kemarin, ketika Hori bergegas membawa senjata tajam untuk membunuh Hartono. Tiba di Dusun Argomulyo Desa Sombo Kecamatan Gucialit, Hori melihat seorang laki-laki yang sekilas mirip Hartono. Tanpa pikir panjang dia pun membacok laki-laki tersebut.

“Tapi setelah pembacokan, pelaku kaget karena yang dibacok ternyata orang lain yang bernama Muhammad Toha,” kata AKBP Muhammad Arsal.

Muhammad Toha (34) sendiri tinggal di desa yang sama dengan Hartono, yaitu di Desa Sombo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang.

AKBP Arsal menilai bahwa ada degradasi moral yang terjadi pada kasus ini. “Selain kasus pembunuhan, kami juga miris mendengar pengakuan pelaku yang gadaikan istrinya. Kami akan dalami motif sebenarnya,” ujar Arsal.

Karena tak hanya menggadaikan istri, Hori juga pernah menjual anak kandungnya yang baru berumur 10 bulan demi uang Rp500 ribu untuk berjudi.

Istri Hori, R, juga mengaku kalau selama menikah, ia tidak pernah diberi nafkah yang cukup oleh suaminya.

Dia juga mengalami KDRT dalam bentuk penganiayaan fisik, seperti disambit dan dicambuk. Barangkali hal itu yang menyebabkan R bersedia digadaikan ke laki-laki lain. (maria)

 

News Feed