oleh

Varrel Nathanael Hulu Raih Nilai Tertinggi USBN SD se-DKI Jakarta

-Pendidikan-12.088 views

Jakarta, Radar Pagi – Varrel Nathanael Hulu meraih nilai tertinggi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-DKI Jakarta.

Siswa SD Kartika VIII-2 Jakarta Timur itu nyaris mendapat nilai sempurna. Varrel meraih total nilai USBN 297,1. Dua mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, masing-masing mendapat nilai 100. Untuk pelajaran IPA meraih nilai 97,1.

Ditemui di kediamannya di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, putra pasangan Mario HS Hulu dan Leni itu mengaku terkejut dengan nilai yang berhasil dia raih.

“Senang tapi kaget,” kata Varrel saat dihubungi RadarPagi di kediamannya, Jumat (14/6/2019).

“Nggak nyangka dapat nilai tertinggi,” sambungnya.

Sementara menurut Mario HS Hulu selaku orangtua, Varrel yang hobi bermain catur ini sejak kelas 1 SD memang selalu masuk rangking 3 besar, namun bisa meraih nilai tertinggi USBN se-DKI Jakarta tetap saja menjadi surprise tersendiri bagi keluarga.

Saat ini, kata Mario, putranya akan mengikuti proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 49, Jakarta Timur.

“Rencananya mau daftar ke SMPN 49, karena dekat rumah,” kata Mario.

Hasil USBN Varrel Nathanael Hulu yang nyaris meraih nilai sempurna

Peraih Nilai Tertinggi ke-2 s/d ke-5

Dalam rilis hasil nilai Kategori Individu, peraih nilai USBN SD tertinggi kedua se-DKI Jakarta disabet Farika Dianta Wibowo, dengan total nilai 295,9.

Peraih nilai tertinggi ketiga ditempati Rifa Hanna Isri, dengan total nilai yang sama dengan Farika yaitu 295,9.

Posisi keempat dan kelima ditempati Maulida Anggraeni dan Safina Aulia Rahali. Masing-masing memperoleh nilai 295,5 dan 295.

Untuk peraih nilai tertinggi kedua sampai kelima, semuanya berasal dari SD Mampang Prapatan 02 Pagi.

Bebas Pilih Sekolah

Di tempat terpisah, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Didih Hartaya mengatakan, seluruh siswa peraih nilai tertinggi ini diberikan kebebasan untuk memilih sekolah menengah pertama (SMP) yang diinginkan.

“Selama (lokasi) sekolah tersebut masih sama dengan zonasi di tempat tinggal mereka dan sesuai dengan Kartu Keluarga (KK),” kata Didih, Jumat (14/6/2019), dikutip dari Medcom.id.

Namun Didih menyebutkan mereka juga diperbolehkan memilih sekolah yang berada di luar zonasi, tetapi harus melalui jalur nonzonasi.

“Kalau yang di luar zonasi juga bisa dengan jalur nonzonasi,” pungkasnya.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta sendiri memberikan kuota non-zonasi bagi siswa sebesar 25 persen. Jalur non-zonasi tersebut memberikan pilihan bagi siswa yang ingin memilih sekolah di luar zonasinya.

“Zonasi sudah kita terapkan 70%. Non-zonasi 25% karena di DKI. Karena itu mobilitas itu komuter. Jadi boleh dan non-zonasi 25%. Mereka bisa masuk sekolah yang sesuai,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono, Kamis (13/6/2019) kemarin.

Ratiyono mengatakan penerapan zonasi PPDB memang tidak diberlakukan 100 persen. Selain zonasi 70 persen, pihaknya juga memberikan kuota melalui jalur afirmasi sebesar 5 persen.

“Untuk afirmasi ada lagi 5%,” sebut Ratiyono..

Berikut jadwal tahapan PPDB DKI Jakarta untuk tingkat SD:

Jalur Afirmasi: 12-15 Juni 2019
Jalur Zonasi Umum: 17-21Juni 2019
Jalur Zonasi Afirmasi untuk pemegang KJP & KJP Plus: 20-24 Juni 2019
Non-Zonasi Umum tahap I: 25-29 Juni 2019
Non-Zonasi Afirmasi tahap I: 28 Juni-2 Juli 2019
Non Zonasi tahap II: 3-6 Juli 2019. (maryono)

News Feed