oleh

Ustad Lancip Tidak Penuhi Panggilan Polisi Terkait Hoax Polisi Tembaki Orang Tidur

-Hukum-704 views

Jakarta, Radar Pagi – Polda Metro Jaya memanggil Ustad Lancip sebagai saksi dalam kasus dugaan hoax dan ujaran kebencian. Pria bernama asli Ahmad Rifky Umar itu akan dimintai keterangan soal pernyataannya mengenai aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. Dia menyebut Brimob berperilaku biadab karena menembaki orang yang sedang tertidur di Petamburan.

Selain menuduh personil Brimob menembaki orang tak bersalah, Ustad Lancip juga mengklaim korban tewas dalam rusuh 22 Mei sekitar 60 jiwa, dan korban hilang lebih dari 100 orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan hari ini, Senin (10/5/2019), seharusnya Ustad Lancip akan diperiksa di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada pukul 10.00 WIB. Namun yang bersangkutan tidak hadir dengan alasan ada kegiatan lain.

“Mau diklarifikasi dapat data dari mana bahwa yang mati hampir 60 orang dan 100 lebih hilang,” kata Argo.

Dalam potongan rekaman berisi ceramah Ustad Lancip saat mengisi kuliah Subuh di Majlis Al-Ihya Bogor, Minggu (2/6/2019),.yang beredar di media sosial, dia mengaku menjadi saksi mata atas peristiwa kerusuhan 21-22 Mei di Tanah Abang.

Dia juga mengaku kedatangannya ke Tanah Abang karena digiring oleh Allah SWT. Saat kejadian, katanya, dia melihat langsung peristiwa kerusuhan.

Menurut Ustad Lancip, aparat mendatangi markas FPI di Petamburan untuk menembaki orang-orang yang sedang tidur.

“Dan yang lebih biadabnya lagi, mereka berangkat ke Markas Petamburan. Di Petamburan orang lagi pada tidur ditembakin,” cetusnya.

Menurut sang ustad, korban meninggal hingga 60 orang dan ratusan orang hilang, termasuk keponakannya.

“Ibu tau berapa yang mati sekarang? Hampir 60 orang. Ratusan orang masih hilang,” katanya.

Selain itu, dia menyebut beberapa masjid di Jakarta ditembaki saat kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019. “Masjid Al Makmur ditembakin dalamnya. Jadi itu bukan hoax. Tiga masjid dibredel ama Brimob,” katanya.

Usai peristiwa rusuh terjadi, dia duduk di tengah jalan sembari minum tetapi diusir oleh polisi untuk pergi dari lokasi.

“Haus bos, minum dulu. Capek gw jalan dari sono,” ujar Ustad Lancip menirukan jawabannya kepada petugas saat disuruh pergi.

“Ya Allah Ya Rabbi untung gua kagak ditembak sama dia, dibentak-bentak sampai lima motor,” tambahnya.

Dia juga meminta kepada jemaahnya agar waspada karena bisa jadi pengajian akan diintimidasi. (safrizal)

 

 

News Feed