oleh

1 Tewas, 2 Luka, 87 Rumah Hangus Terbakar dalam Bentrok Buton

-Hukum-884 views

Kendari, Radar Pagi – Satu orang tewas, dua warga terluka, dan 87 rumah hangus terbakar dalam bentrokan antara pemuda Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam bentrok yang terjadi di Desa Gunung Jaya itu,  mobil pikap dan empat sepeda motor juga hangus. Sedikitnya 700 warga Desa Gunung Jaya juga mengungsi.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt mengatakan personel gabungan telah dikirim melalui Pelabuhan Nusantara, Kendari. Pasukan diperkirakan sampai di Pelabuhan Baubau siang, lalu segera diberangkatkan menuju Buton.

“Kita kirim 1 SSK Brimobda Sultra, yang terdiri atas 2 SST Brimob Batauga dan 1 SST Brimobda Kendari, 8 personel Resmob Polda Sultra, 1 regu personel Direktorat Intelkam, 1 SST personel rayonisasi Polres Baubau, 18 personel Samapta, 8 personel gabungan Reskrim Intel Baubau, dan 10 personel Direktorat Polair,” kata Harry, Kamis (6/6/2019).

Saat berita ini diturunkan, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) telah membentuk dua tim untuk menyelidiki dan memburu para pelaku kasus ini. “Dari tim yang sudah dibentuk Kapolda Sultra, gabungan dari Direktorat Intelkam dan Direktorat Reserse Kriminal Umum, saat ini sudah berada di sana dan melakukan penyelidikan, melakukan pengejaran terhadap seluruh pelaku,” ujar Harry.

Hingga saat ini belum ada pelaku bentrok yang ditangkap. Harry mengatakan pihaknya juga berfokus mengembalikan situasi agar benar-benar kondusif sehingga warga kedua desa bisa beraktivitas kembali.

Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Iriyanto menegaskan akan menangkap pelaku pembakaran rumah warga buntut bentrok antarwarga di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina.

“Kita tenangkan dulu masyarakat. Setelah masyarakat tenang, polisi akan melakukan pencarian siapa pelaku yang melakukan pembakaran dan provokasi,” kata Iriyanto saat berkunjung ke lokasi dua desa yang terlibat bentrok di Kabupaten Buton, seperti dilansir Antara, Kamis (6/6/2019).

Iriyanto mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sultra soal hangusnya rumah warga itu. “Saya sudah koordinasi dengan Gubernur. Gubernur akan memberikan kompensasi dan penggantian. Kerugian-kerugian silakan disampaikan kepada pemda,” ujarnya.

Iriyanto juga mengatakan pihaknya bersama TNI akan bersama-sama membangun rumah-rumah korban pembakaran. Dia mengimbau kedua pihak menahan diri.

“Kami harapkan dan mohon dengan sangat kepada warga kedua pihak agar menahan diri. Ini adalah hari yang sangat kita tunggu-tunggu, yaitu hari yang fitri,” ujarnya.

Iriyanto mengunjungi lokasi didampingi Bupati Buton La Bakri. Setelah meninjau Desa Gunung Jaya, mereka melanjutkan kunjungan ke Desa Sampoabalo.

Bentrokan terjadi gara-gara puluhan pemuda dari Desa Sampoabalo berkonvoi pada malam Lebaran melewati Desa Gunung Jaya dengan menggunakan knalpot racing sehingga menimbulkan suara bising.

Pemuda Desa Gunung Jaya yang merasa terganggu kemudian menegur para peserta konvoi hingga terjadi pertengkaran dan keesokan Sampoabalo tersinggung dan keesokan harinya melakukan aksi pembakaran. (maria)

 

News Feed