oleh

Wiranto Pastikan Tersangka Bunuh Pejabat Negara Tetap Diproses Hukum

-Utama-1.653 views

Jakarta, Radar Pagi – Menko Polhukam Wiranto memastikan tidak ada pemberian maaf bagi para tersangka yang merencanakan akan membunuh 4 pejabat negara. Dia mengatakan kasus hukum tidak selesai dengan memaafkan.

“Hukum tidak selesai dengan memaafkan. Justru kalau kita memaafkan, terus selesai, malah justru melanggar hukum,” kata Wiranto di Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Meski begitu, dia memastikan tidak ada tendensi politik dan kebencian dalam penegakan hukum terhadap para tersangka.

“Tidak ada tendensi kebencian, tidak ada tendensi politik. Biarkan hukum berjalan. Negara hukum itu, siapapun yang melanggar hukum kena sanksi hukum,” tegasnya.

Demikian pula bila kelak ada keringanan hukum diberikan kepada para tersangka, dia tidak mempermasalahkannya. Yang penting, katanya, saat ini proses hukum sedang berjalan dan jangan dicampur aduk dengan masalah lain di luar hukum.

Ada enam tersangka yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kepemilikan senpi ilegal, masing-masing berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda. Polisi juga mendalami indikasi keterlibatan sejumlah purnawirawan TNI dalam kasus ini.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019) silam mengatakan dari pengakuan para tersangka ada empat pejabat yang akan dibunuh. Mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut B. Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Staf Presiden Gories Mere.

Keesokan harinya, Rabu (29/5/2019), Wakil Ketua DPR Fadli Zon merasa yakin bahwa tuduhan rencana pembunuhan pejabat negara adalah pengalihan isu belaka. Dia tidak yakin ada rencana seperti itu.

“Siapa sih yang mau melakukan itu? Jangan lebay-lah gitu. Siapa? Tunjuk dong orangnya. Jangan mengalihkan isu,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta. (maria)

News Feed