oleh

Awas! Jangan Besarkan Penis dengan Cara Ini, Bisa Bikin Impoten

-Kesehatan-163 views

Jakarta, Radar Pagi – Meski banyak ahli mengatakan tidak ada kaitan antara ukuran penis dengan kepuasan pasangan, namun masih banyak pria yang ingin memiliki ukuran penis besar. Beragam cara pun ditempuh, mulai dibalur teh basi, dioleskan ramuan, suntik silicon, hingga operasi yang semuanya memiliki resiko tersendiri. Salah satu cara yang dianggap bisa memperbesar penis namun beresiko impotensi adalah jelqing.

Jelqing adalah teknik memperbesar penis dengan  melakukan peregangan pada batangnya. Caranya dengan mengoleskan cairan pelicin misalnya baby oil atau minyak kelapa ke batang penis dan kemudian memerahnya atau mengurutnya mulai ujung batang dekat biji zakar hingga ke arah kepala penis, mirip orang sedang melakukan masturbasi.

Teknik yang diyakini berasal dari Timur Tengah kuno ini juga kerap disebut dengan milking (memerah), karena memang terlihat seperti memerah susu sapi.  Dipercaya mampu menambah panjang dan ketebalan penis. Para praktisi mengatakan bahwa Anda harus menunggu hingga ereksi untuk kemudian memberikan pijatan pada pangkal penis. Syarat untuk memulainya, anda harus menunggu hingga penis benar-benar ereksi baru dilakukan pemerahan.

Beberapa ahli mengklaim bahwa metode ini meningkatkan jumlah darah yang dapat ditampung penis selama ereksi, sehingga meningkatkan ukuran. Sehingga, bisa dikatakan jelqing adalah latihan serupa binaraga untuk penis.

Awalnya pembesaran hanya bersifat sementara, namun setelah rutin melakukan teknik ini, lambat laun ukuran yang dihasilkan akan bersifat permanen.

Dibandingkan cara lainnya, teknik jelqing terbilang paling mudah dilakukan dan tidak perlu modal banyak. Caranya pun terkesan alami karena tidak ada bahan kimia atau ramuan yang harus dioleskan atau diminum, kecuali cairan pelumas yang dioleskan ke batang penis sekadar untuk mempermudah pengurutan. Namun benarkah cara ini aman 100%?

Sebagian besar komunitas medis mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa jelqing benar-benar bisa memperbesar penis.

Empat ahli medis memperingatkan kemungkinan teknik memperbesar penis dengan cara meregangkan banyak kerusakan pada penis yang bisa berujung impotensi.

“Gerakan traumatis yang berulang dapat diterjemahkan menjadi jaringan parut, tetapi kemudian dapat diterjemahkan menjadi Penyakit Peyronie, di mana Anda membentuk plak, yang dapat dikaitkan dengan disfungsi ereksi dan sakit,” kata Dr Jamin Brahmbhatt, seorang ahli urologi bersertifikat di Orlando Health seperti dikutip Mirror, Jumat (31/5/2019).

Menurutnya, bekas luka bisa membuat penis melengkung, menyebabkan ereksi dan penetrasi menjadi sulit. “Ini buang-buang waktu saja,” katanya,

Dr Premal Patel, seorang ahli urologi di University of Miami, Amerika Serikat setuju bahwa jelqing tidak memiliki dasar ilmiah dan bisa sangat berbahaya.

“Tidak ada basis ilmiah akan teknik ini, dan teknik ini sangat berbahaya,” kata Patel.

Senada dengan mereka, ahli urologi Jesse N. Mills mengatakan satu-satunya hasil yang didapat dari jelqing cuma membuat penis jadi ereksi.

“Jika ada pertumbuhan apa pun itu, hanya membuat penis yang dalam keadaan tenang menjadi semi ereksi,” ujar Jesse N. Mills.

Sebuah penelitian juga menyebut bahwa memberikan tekanan yang terlalu keras bisa menyebabkan kerusakan vaskular dan disfungsi ereksi. Bahkan, beberapa ahli urologi mengatakan bahwa jelqing yang dilakukan dengan agresif bisa menyebabkan penis melengkung.

Tak hanya itu, jelqing disebut tak aman bagi pria karena dapat berdampak buruk pada otot. Menurut penulis buku The New Mom’s Survival Guide, Jennifer Wider, jelqing bisa menyebabkan rasa nyeri, iritasi, membentuk jaringan parut, serta dapat menyebabkan pembuluh darah robek. (ita)

 

News Feed