oleh

Resmi Jadi Tersangka, Ketua GNPF-Ulama Bogor Minta Maaf: “Ada Kekhilafan”

-Hukum-1.092 views

Bogor, Radar Pagi – Setelah resmi dijadikan tersangka dugaan penyebaran berita bohong (hoax), Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Bogor Ustad Iyus Khaerunnas meminta maaf. Dia mengakui ada kekhilafan dalam ucapannya.

“Saya juga menyadari barangkali ada kealpaan, ada kekhilafan yang saya sampaikan,” kata Ustad Iyus di kantor Polres Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019).

Ustad Iyus juga mengaku telah meminta maaf saat diperiksa penyidik. Dia juga membuat video pernyataan maaf. “Sudah,” jawabnya singkat.

Meski jadi tersangka, namun Ustad Iyus tidak ditahan karena permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan oleh polisi, setelah berjanji akan bersikap kooperatif dalam menjalani proses hukum di Polres Bogor Kota, termasuk wajib lapor dua kali seminggu di Sat Reskrim Polresta Bogor Kota.

“Kita lapor Senin, Kamis. Seminggu dua kali wajib lapor,” ucapnya.

Dia mengatakan kasus ini akan menjadi pelajaran berharga baginya ke depan agar lebih berhati-hati.

“Ya, hati-hati saja, membuat pernyataan hati-hati. Berbeda pendapat boleh tetapi hati-hati dalam membuat pernyataan-pernyataan sikap dan rekaman dan apalagi itu diviralkan,” ujarnya.

Iyus Khaerunnas ditangkap polisi terkait video viral dirinya bicara mengenai adanya kecurangan pemilu, masifnya komunisme, hingga ajakan jihad untuk melawan itu semua. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong.

Ustaz Iyus ditangkap di kediamannya pada Jumat (17/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Dia dijerat Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Penyebaran Berita Bohong dan/atau Pasal 160 KUHPidana. (hri/idh/dtc/igo)

 

News Feed