oleh

Habib Rizieq dan Amien Rais Ditantang Mubahalah: Mati dalam 1 Bulan Bila Bohong Soal Pilpres

-Anehsiana, Utama-6.802 views

Jakarta, Radar Pagi – Politisi gaek Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab ditantang bermubahalah demi membuktikan pihak mana sebenarnya yang berbohong dalam dalam hasil perhitungan suara Pilpres 2019 kemarin. Siapa yang menantang?

Adalah Ketua Muslim Cyber Army Jokowi Diki Chandra yang memberikan tantangannya. Dia menantang siapapun yang berbohong, maka satu bulan setelah mubahalah akan mati dalam keadaan hina.

“Dengan meminta kepada Allah SWT berupa laknat mati dalam keadaan hina satu bulan setelah mubahalah, bagi siapa yang salah atau bohong atas berbagai tuduhan poin-poin di atas,” demikian tulis Diki dalam siaran pers ‘Ajakan Mubahallah’, yang disebarkan pada Sabtu (18/5/2019).

Menurut Diki, mubahalah akan dilakukan di hadapan para ulama kedua belah pihak atau di hadapan MUI, dan karena Rizieq Shihab ada di Arab Saudi, maka Diki menganjurkan mubahalah dilakukan lewat telekonfrensi,

“Dengan semua caranya yang sesuai syariat Islam,” kata Diki.

Ada tiga poin disebut Diki sebagai alasan ajakan mubahalah kepada Amien dan Rizieq:

Karena Anda berdua;

  1. Tokoh berpengaruh yang paling sering bicara bernada provokatif dengan pernyataan, bahwa Pihak Jokowi-Ma’ruf Amin melakukan kecurangan secara brutal dan Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM), yang dishare secara berulang-ulang meskipun telah dibantah tuntas oleh pihak-pihak yg resmi dan jadi sasaran korban, kepada banyak rakyat Indonesia dan menjadi nilai fitnah besar dengan dibumbui berbagai pernyataanya yang bisa membuat perpecahan dan perang saudara, seperti sudah banyak terjadi di negara-negara Timur Tengah.
  2. Sudah mengganggu akidah kami umat islam yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, karena sejak awal sudah dibentuk opini bahwa hanya kelompok pendukung Prabowo-Sandi lah yang didukung Umat Islam, didukung Ulama, bahwa sdr Muhammad Rizieq Shihab adalah Imam besar bagi Umat Islam di Indonesia sehingga yang tidak berimam kepada beliau seolah bukanlah bagian dari Umat Islam, membawa-bawa kalimat jihad dan berbagai manuver-manuver lainnya yang semua mengopinikan bahwa kami Umat Islam yang justru lebih mayoritas dan lebih banyak Ulamanya yang mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dianggap kelompok penista agama dan ke-Islamannya diragukan, dan begitu sembrononya dengan begitu gencar menuduh kami munafiq, dll.
  1. Definisi kecurangan TSM dan brutal yang dimaksud diatas adalah suatu terjemahan yang berlaku umum;
  2. Terstruktur, berarti ada organisasi yang dibentuk dari pusat sampai ke daerah, yang diperintahkan untuk melakukan kecurangan.
  3. Sistematis, berati telah dibuat rumusan khusus dalam menjalankan berbagai kecurangan yang dituduhkan tersebut dan diajarkan oleh pusat organisasi kepada seluruh tim untuk menjalankan kecurangan tersebut.
  4. Masif, berarti kecurangan ini terjadi secara besar-besaran terjadi dimana-mana atau dalam skala luas yang bisa dianggap terjadi diampir semua tempat.
  5. Brutal, berarti kecurangan itu dilakukan secara kejam, memaksa, kurang ajar, terang-terangan, kasar, biadab.

Dikutip dari Risalah Islam, Mubahalah berasal dari kata bahlah atau buhlah yang artinya kutukan atau melaknat.

Mubahalah bisa diartikan sebagai dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah SWT supaya Allah SWT melaknat dan membinasakan atau mengadzab pihak yang batil (salah) atau menyalahi pihak kebenaran.

Peristiwa mubahalah pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw terhadap pendeta Kristen dari Najran pada tahun ke-9 Hijriah, sebagaimana disebutkan dalam Qs. Ali Imron (3): 61.

Risiko atau konsekuensi akibat mubahalah sangat besar, bahkan berujung kepada kematian. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mengisahkan, menurut pengalaman di lapangan, pihak yang bermubahalah dan ternyata dialah yang salah, maka tak akan melewati masa hidupnya dari setahun, terhitung dari hari pelaksanaan mubahalah.

“Pengalaman itu pernah terjadi padaku, ketika itu seorang ateis fanatis bermubahalah denganku, selang dua bulan, ia meninggal”(Ibnu Hajar)

Pertanyaannya sekarang, bersediakah Habib Rizieq dan Amien Rais melayani tantangan mubahalah tersebut? (gunawan)

 

News Feed