oleh

Provokator HUT PKI Jadi Tersangka dan Pengancam Penggal Jokowi Minta Maaf

-Utama-916 views

Jakarta, Radar Pagi – Polisi menetapkan Iwan Adi Sucipto (49), warga Cirebon, pembuat video provokasi soal hari ulang tahun Partai Komunis Indonesia (PKI) 22 Mei dan adu domba TNI-Polri, ditetapkan sebagai tersangka. Iwan dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Di tempat terpisah, Hermawan Susanto pelaku pengancaman penggal kepala Jokowi meminta maaf.

“Ya statusnya tersangka. Undang-undang ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara,” kata Kapolres Cirebon AKPB Suhermanto di Mapolres Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (13/5/2019).

Sebelumnya video Iwan itu viral di media sosial (medsos). Awalnya ia berbicara menyikapi perintah Kapolri soal tembak di tempat. Iwan menilai Kapolri menyulut amarah masyarakat. Bahkan menyerukan masyarakat untuk siap mati berjuang di jalan jihad. Bahkan, dia menyatakan TNI siap bertempur melawan kepolisian, karena tidak semua TNI mengikuti perintah Panglima.

Iwan mengaku hidup di lingkungan keluarga militer. Usai mengadu domba TNI-Polri, Iwan kemudian menyinggung sentimen PKI. Iwan berbicara soal ulang tahun PKI. Iwan mengaitkan sentimen PKI itu dengan rencana aksi 22 Mei mendatang.

Berikut perkataan Iwan selengkapnya dalam video berdurasi 1 menit 57 detik yang diunggah di akun Facebook:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh rekan-rekan yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ayo terus kita berjuang, jangan lemah semangat. Karena semakin hari semakin kita kuat. Jangan takut dengan ancaman Kapolri dengan ditembak di tempat. Itu menjadikan lebih panas dan marah rakyat itu. Itu suatu ungkapan yang tidak pantas seorang Kapolri bicara seperti itu.

Dan aku yakin seluruh keluarga saya, TNI, siap tatkala ada korban, maka TNI akan tempur dengan Polri. Jangan main-main. Tidak semuanya mengikuti Panglima, karena semuanya adalah kebenaran dan rakyat sudah marah dan Insya Allah rakyat sudah siap untuk mati berjuang di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mudah-mudahan kami semuanya teman-teman, jangan tidak percaya, tanggal 22 itu juga ada beberapa informasi ini dari teman-teman saya, jenderal, bahwa ternyata tanggal 22 hari ulang tahun PKI. Ini merupakan sebuah… Ada surat dari seorang yang pemimpin PKI, dan insyaAllah kita semua semangat dan berjuang sebelum tanggal 22, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Insya allah, Allah tumbangkan satu persatu orang yang sombong dan angkuh, congkak. Jabatan itu titipan saudaraku, harta itu titipan, bukan milik anda. Ingat, anda akan mati dibungkus kain kafan, hanya selembar kain kafan menutup tubuh anda dan itu menjadi peringatan buat anda kalau anda sudah pensiun dan stroke, cuci darah dan sebagainya, celaka buat kehidupan di dunia dan akhirat, nauzubillah min zalik. Rakyat mendoakan hidup anda sengsara dunia akhirat.

Oleh karena itu saya mengharapkan kepada saudara-saudaraku, seluruh Indonesia berjuta-juta, ayo menangis, mengadu pada Allah, minta keadilan. InsyaAllah satu persatu yang sombong, angkuh dan congkak dengan jabatannya, dengan kekayaannya, tumbang kena stroke, tumbang sakit parah, Insya Allah bismillah. Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Pengancam Penggal Kepala Jokowi Kini Menyesal

Di tempat terpisah, Hermawan Susanto (27) mengaku menyesal telah mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo. Dia mengaku emosional sehingga mengucapkan kata yang tidak sepantasnya.

“Di situ saya emang emosional, saya emang ngakuin salah,” kata Hermawan dalam rekaman video yang beredar di masyarakat, Senin (13/5/2019).

Hermawan mengaku memang dirinya yang ada di dalam video yang tersebar di media sosial itu. Dia mengakui dia ikut demo di depan Bawaslu pada Jumat (10/5/2019) pekan lalu.

“Yang kemarin di video itu, jelas memang saya di situ,” katanya.

Siapa sebenarnya Hermawan ini?

“Yang bersangkutan bekerja di sebuah yayasan di Jakarta di Badan Wakaf Alquran di Tebet Timur Dalam 1, Jakarta,” kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Saat ditangkap, Hermawan berada di rumah saudaranya di Parung, Kabupaten Bogor. Hermawan mencoba melarikan diri setelah dia tahu bahwa perkataannya menjadi viral di media sosial dan dia sedang dicari oleh polisi.

“Yang bersangkutan memang melarikan diri setelah tahu apa yang disampaikannya viral,” kata Ade Ary. (aud/knv/bbn/sam/mei/dtc/igo)

News Feed