oleh

Diusir Waketum Gerindra dari Koalisi Indonesia Adil Makmur, Demokrat Protes

-Utama-743 views

Jakarta, Radar Pagi – Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Partai Demokrat (PD) keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia bahkan menyebut Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) seperti serangga undur-undur.

“Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum (SBY) kayak serangga undur-undur. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla-mencle segala,” kata Arief Poyuono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Dia menilai dalam Pilpres kemarin Demokrat tak punya pengaruh dalam upaya pemenangan Prabowo, malah sebaliknya keberadaan Demokrat menurunkan suara pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Monggo keluar aja deh, wong nggak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo-Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara,” katanya.

Menanggapi pengusiran yang dilakukan Arief Poyuono, Ketua DPP PD Jansen Sitindaon meminta Gerindra memberi peringatan kepada Poyuono.

“Yang menurunkan suara Prabowo itu ya malah orang-orang sejenis Arief Poyuono ini, kok malah menuduh kami,” ucap Ketua DPP PD Jansen Sitindaon kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).

“Saya sebagai wakil Demokrat di BPN malah merasa lebih berkontribusi menaikkan suara Prabowo dibanding Arief Poyuono sendiri ya,” sambung Jansen.

Menurut dia, masyarakat tidak Suka dengan tipe orang seperti Arief Poyuono, sehingga dukungan terhadap pasangan nomor urut 02 pun menurun. “Setiap dia muncul yang saya tahu suara Prabowo turun,” katanya.

Jansen juga menanggapi serius tuduhan Arief bahwa keluarga SBY terlibat korupsi dan meminta jaminan pada Jokowi agar tidak dibawa ke KPK.

“Ini sangat berbahaya karena tuduhan Poyuono ini tuduhan yang serius secara hukum. Karena dia telah menuduh 2 presiden sekaligus di sini. Presiden Jokowi melakukan pembiaran hukum dan Presiden SBY korupsi,” kata Jansen.

Sebelumnya, Arief memang menjelaskan maksud perkataannya bahwa SBY bersikap seperti undur-undur.

“Ssaya tahu kok kenapa kayak undur-undur, maklum belum clear jaminan hukum dari Kangmas Joko Widodo bagi keluarga SBY yang diduga banyak terlibat kasus korupsi, kayak kasus korupsi proyek Hambalang. Tapi saya yakin Kangmas Joko Widodo tidak akan pernah menjamin kalau keluarga SBY nggak akan diproses hukum oleh KPK,” kata Arief Poyuono.

Arief Seperti Meriam Bambu

Di tempat terpisah, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai DemokratFerdinand Hutahaean membalas pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono yang menyebut Demokrat seperti hewan serangga undur-undur. Ferdinand menyebut Poyuono seperti meriam bambu.

Pertama, Ferdinand menegaskan bahwa Demokrat masih berjalan dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Demokrat tetap berjuang di jalan konstitusi bersama BPN,” kata Ferdinand dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (10/5/2019).

Bagi Ferdinand, pernyataan Arief sebagai tindakan yang meledak-ledak tanpa memikirkan kondisi terkini. Ia pun membalas pernyataan Arief dengan menyebutnya seperti meriam bambu.

“Tahu kan meriam bambu? Bunyi nya saja yang keras meletup gitu tapi burung kecil aja enggak akan mati ditembak oleh meriam bambu. Arief Poyuono ini kira-kira seperti itu,” kata dia.

Ferdinand mempertanyakan balik posisi Arief di Badan Pemenangan Nasional (BPN). Sebab menurut Ferdinand tidak ada nama Arief dalam daftar susunan pengurus BPN.

“Saya tidak menemukan nama Arief Poyuono ini masih di BPN. Jadi sebaiknya Arief jangan bersuara keras tidak baik kasihanilah diri sendiri,” kata Ferdinand.

Terakhir ia meminta Arief untuk lebih bekerja keras mengawal pemenangan Prabowo-Sandi. Sebab hingga hari ini Ferdinand tidak melihat gerakan aktif dari Arief untuk mendukung paslon nomor 02 itu.

“Lebih baik Arief Poyuono kerja lebih keras memenangkan Prabowo. Karens selama 8 bulan kampanye kami tidak melihat kontribusi aktif dari Arief Poyuono ini di mana untuk pemenangan Prabowo,” tutur dia. (maria)

News Feed