oleh

Ramaikan Ramadhan, Film Bilal Siap Edar di Indonesia

-Kabar Seni-124 views

Jakarta, Radar Pagi – Rumah produksi Falcon Pictures mencoba babak baru di dunia perfilman tanah air. Kali ini mereka mencoba peruntungan dengan mendistribusikan film-film asing.

Film pertama yang didistribusikan adalah animasi panjang produksi Uni Emirat Arab bertajuk Bilal: A New Breed of Hero  yang berkisah tentang sosok Bilal El Rabah, budak kulit hitam pengumandang azan pertama yang hidup pada zaman Rasulullah di abad ketujuh Masehi.

Dikisahkan dalam film, Bilal yang masih berumur tujuh tahun dan bercita-cita ingin menjadi seorang ksatria diculik dari kampung halamannya dan dijual sebagai seorang budak. Dari sinilah ia kemudian terhempas kedalam sebuah dunia yang penuh dengan kekejaman dan ketidakadilan. Meskipun mengalami berbagai kesulitan, Bilal mulai menemukan kekuatan dari dalam dirinya utnuk menemukan jalan hidupnya.

Film besutan sutradara Khurram H Alavi dan Ayman Jamal tersebut beredar di bioskop jaringan CGV mulai 15 Mei 2019 untuk meramaikan bulan suci Ramadan.

Barajoun Entertainment sebagai rumah produksi yang melahirkan film ini menyewa aktor asal Inggris, Adewale Akinnuoye-Agbaje, yang berperan sebagai Killer Croc di film Suicide Squad, untuk mengisi suara tokoh Bilal. Sementara suara Bilal kecil dan remaja diisi oleh Andre Robinson dan Jacob Latimore.

Falcon menjanjikan film yang diedarkannya benar-benar layak tonton. “Film yang didistribusikan tidak sembarangan dan secara kualitas telah terbukti,” ujar produser Falcon Pictures, Frederica, di Jakarta, baru-baru ini.

Bilal: A New Breed of Hero mendapat respon positif sejak pertama kali ditayangkan festival film Cannes, dan mendapatkan penghargaan dari sebagai Best Inspiring Movie dalam kategori Animasi.

Selain mencuri perhatian di Cannes, sambutan positif diperoleh saat pemutaran di Festival Film Animasi Internasional Annecy. Dari awalnya hanya satu kali pemutaran menjadi empat kali berkat banyaknya permintaan.

“Banyak yang mengira ini film Perancis, karena cukup mengejutkan kalau ini dibuat oleh UEA,” ujar asisten sutradara, Ayman Jamal.

Namun film ini juga menuai kontroversi. Di Qatar misalnya, banyak orang mengkritik isi film yang dinilai keluar dari konteks keislaman. Akan tetapi, ada juga yang berpendapat, kontroversi ini trik agar ‘Bilal’ mendapat sorotan publik lebih banyak.

Kontrovesi di Qatar juga dibarengi dengan hashtag dalam bahasa Arab yang dapat diartikan sebagai #CekalBIlal, yang diawali oleh Hamad Al Braidi, yang menyebut dirinya sebagai penyair Qatar.

Menurutnya, film ‘Bilal’ sama sekali tidak menyebut nama Nabi Muhammad. Mereka juga tidak menerima bahwa status Bilal yang terhormat dapat menjadi lebih turun derajatnya lewat film ini.

Film animasi ini dibuat dengan budget sekitar $30 juta dollar dan menjadi film animasi termahal dari wilayah tersebut. Dengan digarap oleh 250 animator selama 8 tahun. Didistribusi oleh Gulf Films yang bekerjasama dengan rumah produksi Barajoun Entertainment. (Igo)

News Feed