oleh

Pasca Pembakaran Kotak Suara di Distrik Wandae, Bupati Intan Jaya Papua Gelar Pertemuan

Intan Jaya, Radar Pagi – Bupati Intan Jaya, Papua, Natalis Tabuni, SS, M.Si mengakui kinerja penyelenggara pemilu di Kabupaten Intan Jaya masih memiliki banyak kekurangan, namun dia berusaha memaklumi karena beratnya penyelenggaraan pesta demokrasi yang dilaksanakan secara serentak.

Khusus untuk Kapolres Paniai AKBP Abdullah Wakhid Prio Utomo, Bupati memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas masukan dan arahannya.

“Terima kasih untuk Bapak Kapolres Paniai atas masukan dan arahannya, sehingga pesta demokrasi di Intan Jaya bisa terlaksana,” kata Bupati Natalis Tabuni saat dihubungi melalui selular, Selasa (23/4/2019).

Bupati Intan Jaya mengecek lagsung pendistribusian kotak suara

Meski secara umum pemilu bisa berlangsung aman dan lancar, namun Bupati tetap menyayangkan beberapa persoalan yang seharusnya bisa dihindari, antara lain tindak kekerasan yang dilakukan masyarakat pada salah seorang caleg, pembakaran surat suara dan kotak suara, serta keterlambatan Distrik Tomosiga menggelar pemilu.

Bupati menjelaskan, penganiayaan terjadi di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, pada 18 April 2019 dimana Caleg DPRP Provinsi Papua dari Partai PAN atas nama Aner Maizeni dipukuli massa. Dia berharap masyarakat dapat menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan anarkis.

“Ingatlah kerusuhan Pilkada Intan Jaya tahun kemarin. Kita semua yang rugi,” katanya.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni di TPS 01 Desa Bilogai Distrik Sugapa

Lalu pembakaran kotak suara berikut surat suara di dalamnya oleh orang tidak dikenal, namun diduga massa dari caleg berinisial AB, yang terjadi di Distrik Wandae pada 18 April 2019. Untuk mencegah peristiwa serupa tidak terulang, Bupati telah menggelar pertemuan di kediamannya.

Pertemuan antara lain dihadiri Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Kabupaten Intan Jaya, Kapolres Paniai (karena Intan Jaya belum memiliki Polres sendiri), Sekretaris Dewan, Tim Sentra Gakumdu, Desk Pemilu Pemda Intan Jaya, Kapolsek Sugapa, Danramil Sugapa, Perwira Penghubung (LO), Kasat Intel Paniai, Kasat Reskrim Paniai, BainPapua dan anggota Kopassus.

Isi pertemuan membahas lebih lanjut pelaksanaan pilpres dan pileg yang sedang berlangsung di Kabupaten Intan Jaya, termasuk membahasa situasi terakhir di Distrik Wandae pasca keributan dan pembakaran kotak dan surat suara.

“Distrik Wandae adalah salah satu distrik yang melakukan pemungutan susulan. Saat ini, motif pengerusakan telah ditangani kepolisian setempat,” ujar Bupati.

Anggota DPRD Papua Thomas Sondegau di TPS 01 Desa Bilogai Distrik Sugapa

Dalam rapat tersebut, sambung Bupati, juga dibahas mengenai keterlambatan pelaksanaan pemilu di Distrik Tomosiga, dimana faktor cuaca turut memberi andil pada keterlambatan para penyelenggara PPD untuk hadir di lokasi pemilu.

Dan untuk memantau situasi terakhir di Distrik Wandae terkait keributan dan pembakaran kotak suara, Bupati pada Senin (22/4/2019) kemarin, bersama Kapolres Paniai, KPU dan Bawaslu telah meninjau langsung ke lokasi dengan menggunakan helikopter.

“Kita bersyukur masalah di sana dapat diredam dan suasana sangat kondusif,” katanya. (Om Yan)

 

 

 

News Feed