oleh

17 Pasien Rumah Sakit Jiwa Tampan Dipastikan Gagal Nyoblos

Pekanbaru, Radar Pagi – 17 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, dipastikan gagal mencoblos pilihannya pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Mereka terlambat mengurus formulir izin pindah memilih di luar domisili atau formulir A5 dari KPU.

“Yang lainnya dari DPT di daerah lain, telat sehingga tak bisa memilih karena terlambat ngurus formulir pindah memilih,” kata Direktur Utama RSJ Tampan, dr. Hasnelly Djuita, dilansir dari Antara, Senin (15/4/2019).

Hasnelly mengatakan pada hari pemungutan suara 17 April mendatang, pihak RSJ Tampan tidak menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus. Dua pasien yang punya undangan memilih atau C6, akan diarahkan ke TPS terdekat di RSJ Tampan.

“Tidak ada tim khusus untuk mendampingi, bisa juga diantar oleh pihak keluarga,” katanya.

Hasnelly menjelaskan satu pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dinilai bisa memilih selama kondisinya stabil. Karena itu, manajemen RSJ Tampan tidak menyarankan wartawan untuk meliput mereka. Pihak manajemen juga harus berpegang pada kode etik untuk merahasiakan identitas pasien.

“Nanti kalau tiba-tiba jadi ramai pasiennya terganggu, gimana? Nanti saya dibilang melanggar HAM (Hak Asasi Manusia),” katanya.

Sementara itu, sebanyak 31 pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wedioningrat, Lawang, Kabupaten Malang, akan menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019. Namun pembangunan TPS di rumah sakit tersebut belum bisa dipastikan.

“Di RSJ Radjiman Wedioningrat ada sebanyak 31 pasien yang telah mengurus A5. Mereka bisa menggunakan hak suaranya di coblosan 17 April nanti,” kata Kepala Sub Bagian Hukum Organisasi dan Hubungan Masyarakat RSJ Radjiman Wedioningrat, Ribut Supriyatin, Senin (15/4/2019).

Menurutnya, 31 pasien tersebut bisa mengurus pindah tempat mencoblos karena sudah tercatat dalam Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sementara ratusan pasien lain dinyatakan tidak memenuhi syarat mengurus A5 atau pindah tempat memilih.

“Dari 110 pasien yang kita usulkan ke Dispenduk Capil dan KPU untuk mengurus A5, hanya 31 pasien yang dinyatakan memenuhi syarat,” imbuh Ribut.

Ia menjelaskan, 31 pasien yang bisa mengurus A5 telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Sementara 79 pasien lain yang diajukan mengurus A5 tak memiliki NIK. (mae/zap/sun/iwd/dtc/red)

News Feed