oleh

Koordinator Massa Kampanye Jokowi-Ma’ruf di Maluku Utara Tagih Janji Duit Rp50 Ribu/Orang

Jakarta, Radar Pagi – Koordinator massa kampanye capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Maluku Utara, Kiki Nuraini, menagih janji pihak panitia yang akan memberi uang Rp50 ribu kepada setiap orang yang dating ke kampanye terbuka pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, di Lapangan Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate, Maluku Utara, Minggu (7/4/2019) kemarin.

Menurut Kiki, panitia kampanye yang diprakarsai oleh Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara itu hingga kini belum membayarkan uang yang dijanjikan.

“Tapi sampai sekarang dorang (mereka – pihak panitia) belum kasih (uang). Saya ditagih massa kampanye. Karena saya koordinator,” tutur Kiki, di Ternate, Rabu (10/4/2019), dikutip dari Cermat.

Kiki mengaku dalam kampanye tersebut, sejumlah massa dari beberapa kelurahan di Ternate dikerahkan. Seperti masyarakat dari Kelurahan Tobona, Kampung Pisang, Tanah Tinggi, Bastiong, Mangga Dua, dan alumata.

“Saya koordinator massa kampanye dari Kelurahan Tobona. Jumlah kami sekitar 80 orang. Tapi kami gabung dengan Kampung Pisang. Jadi sekitar ratusan. Setahu saya sebagian kelurahan sudah dibayar. Kecuali Tobona,” imbuhnya.

Lantaran terus ditagih masyarakat yang dikoordinir olehnya untuk hadir ke kampanye, Kiki akhirnya protes melalui tulisan yang diunggah di media sosial Facebook. Namun dua unggahan tersebut akhirnya dihapus.

“Pihak aliansi yang minta. Jadi saya hapus. Tapi mereka janji akan cairkan uangnya. Tapi sampai sekarang belum,” ujar Kiki.

Kiki menyebut, kemarin dirinya bertemu dengan Ketua Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara, Akmal Iskandar Alam. Mereka membahas persoalan ini.

Dalam pertemuan itu, Kiki mengatakan bahwa Akmal sempat meminta untuk menghapus unggahan tersebut agar proses pencairan anggaran segera dilakukan. Bahkan Kiki mengaku diancam.

“Kalau kita mau lawan ngana (kamu), bisa. Karena jumlah torang (kami) banyak. Sedangkan ngana (kamu) hanya seorang diri,” tutur Kiki menirukan ucapan Akmal.

Setelah dari pertemuan itu, Kiki diminta Akmal menunggu di salah satu pelabuhan penyeberangan speedboat di Ternate.

“Saya menunggu hingga jam 2 malam, tapi mereka tidak datang,” katanya. (jar)

 

News Feed