oleh

Peras Pejabat Rp35 Miliar, Asmara Terlarang Tante Sisca Berujung Bui 3 Tahun

Jakarta, Radar Pagi – Sisca Dewi Hermawati, wanita ayu setengah baya berbodi aduhai,  selama bertahun-tahun sukses meraup Rp35 miliar dari BS, seorang pejabat terhormat. BS dibuat bertekuk lutut tanpa daya sehingga terpaksa memberikan duit sebanyak itu, lantaran takut hubungan asmaranya dengan Sisca dibongkar ke publik.

Pada bulan Januari silam, Sisca terbukti melakukan tindak pidana pemerasan terhadap BS. Karena itu, Sisca divonis tiga tahun penjara plus denda Rp500 juta subsider kurungan 3 bulan penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada Sisca Dewi selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 500 juta,” ujar Hakim Ketua Riyadi Sunindyo Florentinus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019) silam.

Pada bulan April ini, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta meneguhkan hukuman tersebut. Bahkan memperberatnya menjadi 3,6 tahun yang pada prakteknya nanti setelah dipotong remisi ini-itu dan kebijakan boleh bebas setelah menjalani 2/3 masa hukuman, paling sial tetap dijalani 3 tahun oleh Sisca.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan,” ujar majelis PT Jakarta yang diketuai Johanes Suhadi.

Sisca Dewi dinilai secara sah dan meyakinkan dengan sengaja atau tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan pengancaman sebagaimana perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut.

“Terdakwa telah menghancurkan karier saksi karena jabatan saksi diturunkan. Begitu pula kehidupan pribadi dan rumah tangga saksi mengalami tekanan yang begitu berat yang berpotensi menghancurkan kehidupan keluarganya yang disebabkan tindakan terdakwa yang telah melakukan teror kepada istri saksi dan menyebabkan istri saksi malu dan menutup diri. Demikian pula anak saksi, mengalami tekanan psikis yang berat,” ujar majelis.

Bagaimana ceritanya sehingga Sisca yang cuma tamatan SMA dan berekonomi pas-pasan itu berhasil menjadi milyarder dalam waktu sekejab dan akhirnya ambruk menjadi pesakitan di kursi terdakwa?

Dikutip dari berkas putusan banding, Selasa (9/4/2019), kasus bermula saat Sisca Dewi berkenalan dengan BS pada 2016. Dari perkenalan itu, mereka menjadi dekat dan BS kerap memberikan hadiah ke Sisca Dewi.

Belakangan, Sisca Dewi meminta dinikahi dan mengancam akan membuka hubungan mereka ke atasan BS dan ke publik. Akibat tekanan itu, BS mau datang ke sebuah lokasi di Ancol untuk menghadiri acara pernikahan siri.

Tetapi saat ijab kabul, BS berubah pikiran. Di depan penghulu dia mengaku dipaksa oleh Sisca. Karena jawaban itu, Penghulu membatalkan pernikahan itu. Sebagai ganti pernikahan yang batal, BS memberikan paket jalan-jalan ke luar negeri untuk Sisca.

Tiga bulan setelahnya, pada September 2016, Sisca Dewi mengirim pesan WhatsApp ke BS agar dibelikan rumah. Kalau tidak, Sisca Dewi akan membongkar hubungan mereka ke masyarakat.

BS yang ketakutan akhirnya memberikan Rp 10 miliar ke Sisca Dewi. Uang itu oleh Sisca diberikan rumah dan perabotan di Pondok Betung, Tangerang Selatan.

Pada Maret 2017, Sisca Dewi kembali memeras BS dengan mengirim WhatsApp. Bila tidak diberi duit, Sisca Dewi akan buka-bukaan semuanya.

“Dad, saya tidak merasa nyaman dan aman tinggal di rumah. Dad juga jarang menemani saya. Apalagi rumah pernah dimasuki orang dengan menggunakan kolor di malam hari. Dad harus membelikan rumah buat kita yang membuat saya aman. Jika Dad tidak mau membelikan rumah yang membuat saya nyaman dan aman, saya akan memberitahukan hubungan kita kepada pimpinan. Saya juga akan mengupload/memasukkan semua photo/gambar kita berdua ke dalam akun medsos milik saya dan membuat video klip lagu dengan gambar kita berdua dan saya akan melaporkan Dad ke KPK,” tulis Sisca dalam pesan Whatsapp.

Karena BS cuek bebek terhadap ancaman itu, pada Mei 2017, Sisca kembali menebar teror. Kali ini Sisca mengancam tidak mau melihat BS berjalan berduaan dengan istri sahnya yang disebut Sisca sebagai dedemit. Sisca juga meminta BS bersyukur dapat rezeki cewek yang lebih muda dan aduhai seperti dirinya.

“Dad selama kita belum leluasa tampil di publik, aku tidak mau melihat Daddy jalan berdua dengan dedemit, kecuali berbarengan dengan anak-anak!!! Kalau sampai aku tahu atau ada yang laporan seperti dulu lihat kalian berdua di mal/tempat makan, tidak akan ku tolerir!!!

Tuhan sudah kirim yang lebih muda, lebih cantik, lebih sayang, lebih melayani. Insya Allah banyak lagi kelebihan-kelebihan lain. Jadi jangan disia-siakan.”

Kali ini BS gentar. Dia kemudian  memberikan Rp 25 miliar dan uang itu dibelikan rumah lagi oleh Sisca Dewi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Meski sudah diberi uang dengan nilai total mencapai Rp35 miliar, namun Sisca Dewi belum puas. Dia terus mengirim pesan-pesan mengancam akan melaporkan ke atasan BS. Bosan diperas, BS pun gelap mata. Dia tidak menyewa pembunuh bayaran sebagaimana kasus-kasus serupa di masa lalu, melainkan lebih memilih mengambil langkah hukum dengan melaporkan Sisca Dewi.

Bagaimana nasib tante Sisca sekarang selain harus menjalani masa kurungan?

Dua unit rumah yang dibeli Sisca dari hasil memeras BS ternyata harus dikembalikan kepada BS. Namun majelis hakim mempersilahkan Sisca untuk menuntut kepemilikan rumah itu lewat pengadilan perdata.

“Sepatutnya dikembalikan ke saksi, tanpa menutup kemungkinan bagi pihak-pihak yang merasa punya hak atas tanah tersebut melakukan tuntutan secara perdata,” ujar majelis PT Jakarta yang beranggotakan Achmad Subaidi dan I Nyoman Adi Juliasa.

Kasus ini menjadi bukti bahwa keserakahan dan ketamakan bisa membawa celaka bagi diri sendiri. (asp/rvk/dtc/red)

News Feed