oleh

Kisah Jenazah Araujo Hidup Kembali Ketika Dibawa ke Kamar Mayat

-Anehsiana-527 views

Seorang tukang pos meninggal dunia selama 30 menit, sebelum mendadak terbangun ketika dibawa ke kamar mayat.

 

Jakarta, Radar Pagi – Joao Araujo (48) disebut oleh tim dokter mengalami ‘mukjizat’ karena berhasil hidup kembali setelah mati akibat serangan jantung. Mereka merasa takjub lantaran Araujo memang benar-benar meninggal, bukan sekadar mati suri, dimana sepintas terlihat seperti mati tapi sebenarnya masih hidup.   

Tim dokter mengaku tidak mampu menjelaskan alasan kenapa Araujo bisa hidup kembali. Berbeda dengan mati suri yang masih bisa dijelaskan secara alamiah, apa yang dialami Araujo memang sangat langka.

Dikutip dari Gloucester Live, kisah Araujo kembali menyeruak ke publik setelah diliput kembali oleh berbagai media lokal Inggris untuk mengenang ‘mukjizat’ yang terjadi hampir 10 tahun silam ini.

Pada 18 April 2009, Araujo yang saat itu masih berusia 38 tahun baru saja menurunkan istrinya di depan kantor tempat istrinya bekerja. Baru saja beberapa puluh meter Araujo mengendarai mobilnya kembali, tiba-tiba dia mengalami serangan jantung hingga mobilnya masuk ke selokan.

Istrinya, Grazielle, yang melihat kejadian itu dari kejauhan langsung bergegas menghampiri dan melihat mata Araujo terbelalak dengan biji mata yang tertarik ke atas. Tangan Araujo masih memegang erat setir mobil dan tidak bisa dilepaskan.

“Kelihatan sekali dia kesakitan. Tangannya mencengkram setir mobil, keras sekali. Mulutnya terbuka dan lidahnya tertarik ke dalam. Dan mata itu…hanya terlihat putihnya saja,” tutur Grazielle.

Setelah ambulans datang, Araujo segera dilarikan ke Gloucestershire Royal Hospital dimana tim dokter menghabiskan waktu 6 jam untuk memberi pertolongan, termasuk prosedur CPR dan berbagai suntikan. Tapi pada pukul 04.00 sore, pria yang bekerja sebagai tukang pos itu dinyatakan meninggal dunia.

Bukan cuma Grazielle dan dua anaknya yang berduka ketika dokter mengabari nyawa Araujo tak bisa diselamatkan, orangtua Araujo yang masih bermukim di Portugal juga sangat terpukul menerima kabar tersebut melalui telepon

Namun 30 menit kemudian, ketika jenazah Araujo dipindahkan ke kamar mayat, tiba-tiba tubuh yang semula membeku itu bergerak. Dokter kembali memasang mesin pendeteksi denyut jantung dan mendapati bila jantung Araujo benar-benar kembali berdetak

Dr Mark Petersen, kepala Unit Cardiology Gloucestershire Royal Hospital segera memberi kabar baik tersebut kepada Grazielle, namun dia memperingatkan kemungkinan buruk yang akan terjadi.  

“Orang yang mati lebih dari empat menit, hampir pasti akan mengalami kerusakan otak permanen akibat tidak adanya suplai oksigen,” katanya.

Meski sempat terbangun, tetapi Araujo tidak langsung sadar. Dia langsung jatuh dalam kondisi koma selama tiga hari. Ketika akhirnya dia benar-benar sadar, sebuah nama baru diberikan kepadanya.

“Mereka tidak bisa menjelaskan apa yang saya alami, jadi mereka mulai memanggil saya dengan sebutan ‘Miracle Man’,” kenang Araujo.

Araujo kemudian menjalani berbagai tes, termasuk menjawab pertanyaan sederhana, seperti ‘siapa namamu’, berapa umurmu’, ‘siapa saja anggota keluargamu’, tetapi seperti yang dikatakan Dr Mark Petersen, otak Araujo tidak mampu mengolah semua pertanyaan tersebut.

Dia memang tidak mengalami amnesia, tetapi tidak mampu memproses jawaban secara benar. Misalnya ketika ditanya ‘berapa umurmu?’, Araujo malah menjawab ‘nama saya Araujo’. Ketika ditanya ‘siapa namamu?’ dia menjawab ’38 tahun’.

Selama hampir dua minggu Araujo dibuat frustasi dengan kondisi tersebut. Dia menolak kedatangan wartawan, bahkan tidak mau dijenguk oleh teman-teman karibnya sekalipun.

Dr Petersen kemudian memindahkan Araujo untuk dirawat di rumah sakit di Bristol dan Oxford. Dari hasil pemeriksaan tim dokter di sana, diketahui otak Araujo tidak bisa memproses rangsangan sinyal dengan baik. Bahkan diduga penyebab Araujo mendapat serangan jantung juga dikarenakan otaknya salah mengirim sinyal ke jantung, sebab dari hasil pemeriksaan, jantung Araujo sangat sehat, bahkan terbilang jauh lebih sehat dibanding orang seusianya.

“Tidak seperti organ tubuh lainnya, mereka (tim dokter) bilang otak memang sebuah misteri, seperti membuka kotak Pandora, dimana kita akan menemukan misteri baru begitu misteri lama berhasil dipecahkan,” kata Araujo.  

Kasus Araujo memang misteri. Karena satu minggu kemudian, tiba-tiba saja Araujo kembali pulih dan normal seperti sedia kala, dan bahkan langsung bekerja begitu keluar dari rumah sakit. Dokter tidak sanggup menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi.

Ajaibnya pula, kejadian ini adalah ‘mukjizat’ kedua yang dialami Araujo, karena sebelumnya pada tahun 2005, dia pernah terluka parah dalam kecelakaan mobil di Cuenca, Spanyol sehingga 90% darah dalam tubuhnya hilang. Pankreas dan livernya pun rusak dalam kecelakaan itu.

Ketika dia masuk ruang operasi, semua dokter yang ada di ruangan itu sudah yakin bahwa Araujo tidak akan selamat. Tapi nyatanya dia berhasil melewati operasi itu dan pulih kembali.

Araujo kini tinggal bersama keluarganya di Linden, Gloucester. Dia secara rutin memeriksakan kondisi jantungnya setiap enam bulan sekali ke Gloucestershire Royal Hospital, dan dokter maupun staf di sana masih memanggilnya dengan nama ‘miracle man’. (jar)

 

News Feed