oleh

Masih Ingat dengan Si Cantik Ini? Barusan Hakim Tolak Eksepsinya

-Hukum-129 views

Jakarta, Radar Pagi  – Terdakwa kasus hoax penganiayaan, Ratna Sarumpaet, menjalani sidang pembacaan putusan sela oleh majelis hakim. Ratna Sarumpaet berharap yang terbaik dan mengaku optimis. Dia mengucap bismillah dan berharap mendapatkan keadilan. Namun dalam persidangan, eksepsinya ditolak Majelis Hakim.

“Optimislah, bismillah Insyaallah dikasih keadilan,” kata Ratna kepada wartawan saat tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan,  Jl. Ampera Raya,  Selasa (19/3/2019) pagi.

Ratna tiba di PN Jaksel dengan dikawal tim jatanras Polda Metro Jaya sekitar pukul 08.00 WIB. Ibunda Atiqah Hasiholan ini mengenakan jilbab berwarna hijau toska.

Menurut Ratna, dia mengerti persoalan hukum yang sedang dijalaninya. “Walaupun saya awam memang saya nggak melakukan apa yang dituduhkan,” katanya.

Dia mengaku selama berada di tahanan banyak mengisi waktu dengan ibadah. “Ya, shalat lah, berdoa minta kekuatan supaya keadilan datang ke saya,” kata Ratna.

Ketiga ditanya soal timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tidak pernah hadir saat sidang kasusnya, Ratna tidak mau berkomentar.

“Mereka kan lagi kampanye. Nggak usah dikait-kaitkan mau datang mau nggak,” kata Ratna dengan mimic wajah terlihat agak terganggu.

Majelis Hakim Tolak Eksepsi

Dalam persidangan, Majelis Hakim menolak eksepsi Ratna Sarumpaet. Majelis hakim menilai surat dakwan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah disusun secara cermat, jelas dan lengkap.

Majelis Hakim membolehkan upaya hukum tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet bila tidak puas dengan keputusan tersebut.

“Penasihat hukum terdakwa dapat melakukan upaya hukum bersamaan dengan pokok perkara,” kata Ketua Majelis Hakim, Joni.

Majelis Hakim mengatakan proses persidangan kasus hoax penganiayaan terus berlanjut sampai ke pokok perkara. Persidangan selanjutnya akan digelar pada pekan depan dengan memerintahkan terdakwa dihadirkan dan pemeriksaan saksi.

“Memerintahkan sidang perkara pidana atas nama terdakwa Ratna Sarumpaet dilanjutkan,” ujar Hakim Joni.

Ratna Sarumpaet didakwa jaksa membuat keonaran dengan menyebarkan hoax penganiayaan lewat pesan WhatsApp berisikan cerita dan foto-foto wajah lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan, padahal lebam dan bengkak tersebut karena operasi plastik di sebuah klinik kecantikan. (jar)

 

 

 

News Feed