oleh

TNI Akan Ambil Alih Pembangunan Jalan Trans Papua Pasca Tewasnya Karyawan PT Istaka Karya

-Ekonomi-66 views

 

Jayapura, Radar Pagi – Danrem 172/PWY, Jonathan B Parluhutan, mengatakan TNI akan mengambil alih pembangunan jalan Trans Papua serta jembatan di Distrik Yal dan Yigi, Kabupaten Nduga, yang menjadi lokasi pembunuhan puluhan karyawan PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Namun rencana itu masih dalam tahap komunikasi dengan Mabes TNI.

“Mungkin satu dua minggu ke depan sudah masuk personel ke sana, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai mendorong alat-alat ke lokasi. Paling lambat tiga minggu ke depan sudah mulai bekerja,” ujar Jonathan di Markas Yonif 756 Wimane Sili Jayawijaya,  Kamis (13/12/2018), dikutip dari republika. 

Jonathan mengatakan, sebelumnya ada instruksi dari pimpinan untuk melanjutkan pengerjaan jalan dan jembatan yang terhenti. Pembukaan akses daerah terisolir itu akan dilakukan oleh batalyon zeni tempur.

Pihak TNI juga membangun koordinasi dengan balai jalan agar pemenuhan infrastruktur Papua sesuai instruksi presiden bisa terus dilakukan.

“Apapun yang terjadi, kita harus tuntaskan pembangunan infrastruktur karena itu yang bisa kita lakukan untuk memajukan untuk daerah terpencil di Papua,” ujarnya.

Jonathan mengaku belum tahu pasti jumlah personel yang nantinya ditempatkan di sana, namun diperkirakan di atas 500 orang, dan ditambah pasukan pengamanan.

“Intinya TNI siap kerjakan itu karena tugas kita untuk bagaimana caranya masyarakat di Papua, sehingga wilayah terpencil bisa merasakan sentuhan pembangunan pemerintah, karena itu sudah komitmen pemerintah dan TNI/Polri siap, bila perlu korbankan jiwa dan raga kita lakukan untuk membangun Papua,” ungkap dia.

Sebelumnya Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura, Osman Marbun, mengatakan, pengerjaan jalan tetap dilanjutkan oleh TNI.

“Ke depan pengamanan harus tetap melekat di pihak yang melaksanakan, dalam hal ini penyedia jasa pengerjaan itu, dan bahkan dengan kejadian kemarin, Zipur akan turun membantu kita,” katanya.

Marbun menjelaskan, segala sesuatu yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan jalan transPapua itu masih dipersiapkan.

“Misalnya dari Zipur mereka pun harus mempersiapkan dahulu pengiriman personilnya maupun mobilisasi alat dan sebagainya,” jelas dia.

Sejauh ini pengerjaan 14 jembatan untuk empat tahun anggaran di wilayah itu sudah mencapai 72 persen.

“Tahun ini saja sudah 72 persen, jadi lanjutannya lagi di 2019 akan diselesaikan dengan melibatkan TNI,” pungkasnya. (jar)

News Feed