oleh

Bawaslu Akan Periksa Rekaman Pidato Habib Rizieq di Reuni 212

-Hukum-44 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan memeriksa rekaman pidato Habib Rizieq Syihab dalam acara Reuni 212 kemarin. Bawaslu akan bekerja sama dengan polisi dan kejaksaan untuk mengkaji ada atau tidak unsur pelanggaran kampanye.

“Rekaman (Habib Rizieq) yang kemarin akan kita cek bareng sama kepolisian dan kejaksaan,” kata anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Bawaslu DKI, kata Rahmat, selama tujuh hari ke depan akan melakukan kajian terhadap rekaman pidato Rizieq itu. Salah satu poin yang ditelusuri apakah ada ajakan memilih, hingga apakah Rizieq masuk struktur tim kampanye salah satu pasangan calon peserta Pilpres 2019 atau tidak.

“Apakah itu sengaja oleh panitia atau enggak, atau apakah habib juga masuk tim kampanye. Kalau dia masuk, ya, akan jadi masalah itu ya. Nggak boleh dia seperti itu,” kata Rahmat.

Terkait adanya massa berteriak ‘ganti presiden’ di Reuni 212, dia menilai hal itu bukan pelanggaran karena bukan panitia yang melakukan.

Rahmat mengakui Reuni 212 pasti bermuatan politis, namun tugas Bawaslu hanya mencari tahu apakah ada pelanggaran kampanye dalam acara tersebut.

“Kalau orang bilang ada muatan politis, ya memang ada politisnya. Tapi yang kami lihat apakah ada pelanggaran atau tidak,” katanya.

Soal lagu ganti presiden, Rahmat menjelaskan lagu tersebut diputar massa di jalanan, bukan di atas panggung, dan pihaknya saat itu juga sudah berkoordinasi dengan panitia untuk meminta supaya pemutaran lagu dihentikan.

Selain orasi dari sejumlah tokoh agama dan politik, lagu ‘Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong’ diputar di acara Reuni 212. Lagu tersebut diputar setelah rekaman suara ceramah Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab yang menyerukan soal ganti presiden dan agar memilih capres hasil ijtimak ulama diperdengarkan. (jar)

News Feed