oleh

Ada Bule dari Australia dan Denmark Ramaikan Reuni 212

 

Jakarta, Radar Pagi – Peserta Reuni 212 dilarang keras membawa atribut parpol maupun atribut capres dan cawapres tertentu. Hal ini dikarenakan Reuni 212 memang tidak bermuatan politik praktik. Bahkan ada bule dari Australia dan Denmark menyatakan ikut serta karena ingin merasakan kedamaian antar umat beragama di Indonesia.

Demikian ditegaskan Wakil Koordinator Dewan Pengarah Reuni, Slamet Maarif, dalam konferensi pers di Hotel Alia Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018).

“Aturan main yang kita berikan, siapa pun dia, tak boleh bawa atribut parpol mana pun, calon mana pun,” kata Slamet.

Dia menegaskan komitmen itu telah diteruskan pada jajaran koordinator di lapangan. Panitia pun, kata Slamet, menginformasikan kepada para orator untuk tidak memasukkan hal-hal yang berbau politik pada orasinya.

Slamet menegaskan kegiatan Reuni 212 merupakan ajang silaturahim untuk kemakmuran bangsa Indonesia. Karena itu, semua peserta hanya akan duduk bersimpuh dan berdoa untuk Indonesia.

“Bahwa persaudaraan kita, harus dipelihara. Jangan pernah tercerai berai,” ujar Slamet.

Karena itu, dia sangat menyambut ketertarikan umat non-muslim dari negara lain yang akan menghadiri acara Reuni 212.  

“Akan ada non muslim dari luar negeri konfirmasi hadir, Australia ada lima, Denmark ada empat,” kata Slamet. (jar)

 

 

 

 

 

 

News Feed