oleh

Inilah Kehebatan Tank Harimau Produksi Pindad

-Tekno, Utama-111 views

 

Jakarta, Radar Pagi – Ada sebuah benda logam berukuran besar yang menarik perhatian pengunjung Indo Defence 2018 Ekspo & Forum yang digelar di Jakarta Ekspo Internasional, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018). Itulah tank hasil produksi kerjasama PT Pindad dengan FNSS Turky.

Tank ukuran medium tersebut diberi nama Harimau. Seperti namanya, tank ini mampu bergerak lincah, cepat, dan akurat dalam menyerang.

“Kenapa memilih nama Harimau. Karena kemampuan harimau dalam menyergap dan mobilitas tinggi. Itulah yang kita inginkan. Kemampuan gerak dan manuvernya lincah sekali,” ucap GM Kendaraan Khusus PT Pindad, Agus Edi, kepada wartawan di lokasi pameran, Rabu (7/11/2018).

Meski bobotnya mencapai  32 ton, namun tank yang sudah diuji coba pada bulan Oktober kemarin dan telah mendapat sertifikat layak dari TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan RI ini masih mampu bergerak lincah di tanah yang gembur. 

“Kemampuan tapak di tempat tanah yang relatif gembur. Mampu arungi pasir yang mudah menjebak, “ ucap Agus. 

Tank ini diawaki oleh tiga orang yang masing-masing bertugas sebagai pengendara, penembak, dan pemberi komando (komandan tank).

Agus menyebut transmisi mesin Tank Harimau dibuat otomatis sehingga memudahkan pengemudi.

Pengisian peluru pun sudah dibuat automatis. Setir tank ringan dan bentuknya seperti setir di kokpit pesawat.

Tank ini memiliki peluru kaliber 105 mm sebagai senjata andalan. Biasanya, tank dengan canon seperti ini harus diisi secara manual, namun tank Harimau setelah menembak bisa mengisi sendiri secara otomatis.

Teknologi tank Harimau terbilang canggih. Bila membidik musuh, dia mampu mengunci target.

“Ini menggunakan teknologi terakhir. Kemampuan baca lapangan untuk sasaran tembak,” kata Agus.

Agus memperkirakan, berdasarkan percakapan informal dengan pihak TNI AD, tank Harimau yang setiap bulannya ditargetkan akan diproduksi 50 buah ini akan dipesan sekitar 400 buah oleh TNI AD.  Sementara pemesanan oleh negara lain belum ada.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang hadir dalam pameran ini merasa sangat bangga dengan keberhasilan Pindad memproduksi tank sekaliber harimau. Dia berharap tank tersebut bisa dilirik pasar internasional.

“Medium tank ini dukungan penuh sebagai produk anak bangsa,” ucap Ryamizard dalam sambutannya.

Ryamizard mengatakan industri pertahanan penting untuk melawan segala macam bentuk ancaman termasuk terorisme.

Pameran yang diikuti 867 peserta dari 60 negara ini diselenggarakan pada 7 s/d 10 November 2018. Industri pertahanan Indonesia yang menjadi peserta pameran tersebut antara lain PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT LEN, dan PT Dahana. (jar)

News Feed