oleh

Bambang Diponegoro: Kenali Jati Diri Pemimpin Bangsa

“Jati diri pemimpin ideal adalah pemimpin yang memiliki sikap kepribadian yang teguh dalam iman”

Jakarta, Radar Pagi – Pakar Pembinaan dan Pendalaman Karakter dan Mental,  Drs. Bambang Diponegoro, Msc, mengatakan masyarakat perlu mengenal jati diri untuk kepentingan nusa dan bangsa, salah satunya dengan cara mendalami kebudayaan dan cita-cita para pendiri bangsa.

Mengenal jati diri masing-masing, kata Bambang,  sangat penting dilakukan sebelum kita mengenali jati diri pemimpin yang akan memimpin bangsa ini di periode mendatang.

“Jati diri pemimpin ideal adalah pemimpin yang memiliki sikap kepribadian yang teguh dalam iman, sehingga dapat memahami persoalan keadilan dan kemakmuran bagi rakyatnya,” kata Bambang Diponegoro di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Bambang yang sering diminta untuk memberikan pelatihan karakter dan mental, serta diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum ini merasa prihatin dengan kondisi bangsa yang telah dirusak oleh orang-orang berduit demi keuntungan sendiri.

“Apalagi generasi penerus kita  juga dirusak mentalnya  menjadi orang-orang dungu yang  hanya bisa menjadi manusia penurut untuk kepentingan mereka yang haus akan kekuasaan kapitalisnya sendiri,” ujar Bambang. 

Menurut Bambang, jika kita adalah anak bangsa yang cinta tanah air, maka kita harus mencari para para petinggi-petinggi alias pemimpin dan kaum intelektualitas dan cendikiawan yang mau berbuat banyak terhadap pendidikan moral dan mentalitas anak-anak dan generasi penerus bangsa.

“Para pemimpin dan cendekiawan itu harus memberikan pelajaran sopan santun sebagai contoh kepada anak-anak dan generasi muda. Jangan mereka diberikan contoh keegoisan berupa keberadaan materi semata,” kata Bambang.

Dengan mencontoh perilaku baik dari para petinggi dan mantan petinggi, kata Bambang, diharapkan akan tumbuh kesadaran untuk bersama-sama membangun negeri ini.

“Bukannya malah saling membenci dan menjatuhkan, karena kita diperbudak oleh politikus,” ujar Bambang.

Dia pun memberi contoh nama-nama pemimpin yang dalam penilaiannya masih berjiwa NKRI. Ketiganya adalah Ryamizard Ryacudu, Prabowo Subianto, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  

“Kebetulan ketiga nama ini pernah diangkat sebagai pemimpin di bidangnya masing-masing,” katanya.

Jika ketiganya disatukan, lanjut Bambang, niscaya Pancasila dan NKRI dapat terus dipertahankan.

“Kenapa kita berani  mengatakan kepada mereka  agar  ‘tiga jadi satu’ untuk bisa  mempertahankan  Pancasila ini  dan NKRI?  Coba kita analisa, namun dalam melakukan analisa mental dan karakter ini jangan  ada kebencian. Mari kita bersikap dewasa,” katanya.

Dalam analisa Bambang, Ryamizard Ryacudu dilihat sebagai sosok  yang sangat berdisiplin, Prabowo memiliki karakter berani dan keras, sementara  SBY dinilai memiliki kecakapan administrasi, sehingga ketiganya sangat layak disatukan untuk memimpin bangsa ini ke depan.  

Di akhir percakapan, Bambang mengimbau masyarakat untuk mau bekerja keras, berbuat, membina mental karakter, serta berkarya untuk bangkit dari kemalasan. “Bangunlah wahai genasi muda cinta tanah air dan Pancasila, mari bergotong-royong membangun negeri,” imbaunya. (jar)

 

 

News Feed