oleh

Puisi-puisi Alam “I Wayan Budiartawan”

-Puisi-76 views
Di Kaki Gunung Agung
                 
Pemandangan indah bak di sorga
Pura Besakih berdiri dengan megahnya
Awan tipis menyelimuti gunung
Langit biru menambah syahdu cakrawala
Penjaja pepes ikan mencari rezeki
Di tengah terik mentari keringatnya mengucur
Satu dua orang asing lewat
Membeli makanan khas setempat itu
Gunung agung banyak dikunjungi
Oleh wisatawan mancanegara
Melihat keajaiban alam tertinggi di Bali
Pencinta alam mendaki gunung ini
Gadis-gadis Desa Besakih menjual kaos
Cenderamata tanda berkunjung
Kenang-kenangan buat para tamu
Manusia-manusia ini hidup mandiri
Mata Air Di Arca
Air jernih mengalir di hulu sungai
Segar rasanya bila di minum
Di kiri-kanan tempat ini  banyak cemara
Udara dingin berhembus menusuk kulit
Anak-anak kecil berenang
Bermain-main riang gembira
Riak-riak air mengalir mengikuti alur
Suara harmoni alam semesta
Kendaraan menderu-deru di jalan raya
Banyak pendatang menikmati liburan
Rumah makan sibuk menyapa tamu
Daerah tujuan wisata terakhir di ujung timur Bali
Air dibendung  lalu disalurkan
Ke rumah-rumah penduduk  untuk diminum
Sumber air bersih makin langka
Pemerintah melindunginya dengan peraturan
Jembatan  Sejak  Dai Nippon
Kendaraan dapat menyeberang
Melewati Sungai Telaga Waja
Tentara Dai Nippon dulu membangun jembatan
Dengan kayu dan besi yang dirakit
Sejak zaman Jepang daerah ini terbuka
Didatangi orang dari luar negeri
Jembatan kayu tergantung dan berayun-ayun
Kendaraan lewat maju pelan-pelan
Teknologi bertambah maju
Jembatan direnovasi dengan kerangka beton
Sekarang beban berat bisa diatasi
Bus-bus pariwisata raksasa melaju
Jembatan tua ini saksi sejarah
Tentara Dai Nippon pernah menduduki Besakih
Peninggalan Jepang ini dijaga pemerintah
Jalur lalu lintas ke kaki Gunung Agung tetap ramai
Wajah-wajah Pelajar Ceria
Tiap hari anak-anak di kaki Gunung Agung
Pergi ke sekolah menuntut ilmu
Demi masa depan generasi penerus
Di kantor-kantor  pemerintah dan swasta
Anak-anak kecil ini bersemangat
Maju terus pantang mundur
Tak pernah luntur sedikitpun
Ini Indonesia di masa kini
Di sini perubahan dimulai
Kelak wakil rakyat di Kabupaten Karangasem
Berasal dari Desa Besakih ini
Mewakili kalangan adat setempat
Pembangunan sampai ke pelosok desa
Rakyat kecil ikut menikmati
Kemerdekaan bagi semua lapisan masyarakat
Tidak ada lagi penguasa asing
Bendera Merah Putih Berkibar
Tamu-tamu negara berkunjung 
Melihat bangunan tempat suci  Besakih
Di pinggir-pinggir jalan merah putih berkibar
Menghormati  pemimpin negara sahabat
Sirine meraung-raung di depan rombongan
Pengawal bersenjata bersiap mendahului
Indonesia negara aman dan damai
Tapi protokol resmi harus dilakukan
Kaki Gunung Agung tempat yang memukau
Orang-orang penting pernah ke sini
Norodom Sihanouk  yang lembut dari Kamboja
Diantar pejabat Indonesia berlibur ke sini
Di kaki Gunung Agung kemerdekaan RI teruji
Lewat diplomat-diplomat asing
Juga perjuangan rakyat tahun 1945
Indonesia merdeka dan Besakih terkenal
I Wayan Budiartawan, Karangasem- Bali

News Feed