Puisi Husnul Hidayati Annajmi

 

Teruntuk Dinda

Salam hangat kuhaturkan buat dinda
saat asaku menjerit butuh tupang dada
Kumatai ucap katamu dari gerbong hingga bandara.

Tak lengah kudoakan saat duka memagar
bel stasiun juga mendoakan agaknya
semoga karyamu membumi dunia
hingga mata penikmat terjatuh pada isyarat makna
agar diluruskan hati yang suka menduga, semoga!

Padang Panjang, 2018

 

Negeri Uang

Ini cerita penguasa dengan rakyat jelata
rakyat bekerja demi negerinya
rakyat terlalu berharap pada petingginya
penguasa sibuk mencari uang demi kepentingannya
rakyat terpanggang di bawah terik panas matahari,
rakyat dikepung dalam karung kemiskinan.

Saat pemilu dijanjikan kesejahteraan
rakyat disumpal uang, sampai tak peduli
itu halal atau haram,
bertaruh kebohongan demi uang
setelah pemilu rakyat mulai kelaparan
mencari seonggok makanan
walau itu sampah para bangsawan.

Negeri ini negeri pencari uang
dari uang oleh uang untuk uang
demi uang petinggi rela menebar kebohongan
apakah ini negeri pecundang?

Padang Panjang, 2018

 

Menuju Batas

Kesukaranku mengepung derita malam
di atas secarik rasa yang kian tumbuh membisu
laut terasa gersang, debu berteriak
memecah kesunyian.

Langkah mnghentak tanah pusara
jiwa sepi bertahan dalam dekap dada
lenyap dalam nestapa.

Bait puisi membeku merangkul kenangan
kukenang walau senyum tak ingin kuharapkan
namun terus menuju kata tak berima
lalu mengecil dan lenyap
hingga menuju batas kenangan.

Padang Panjang, 2018

 

Cemburu

Berpadu Cemburu
hanya harap ranting yang tak goyah
saat rasa jadi satu
hingga sakit terbenam dalam hati
tak berujar rindu.

Aku bersalah pada purnama
yang mengepung jiwa
hati tak berpaling
hingga hujan harus jatuh
meruntuhkan kepercayaanku padamu.

Padang Panjang, 2018

 

Matados

Dering tring tring tring berbunyi
seolah dia yang punya ini dunia
Terjepit kakinya di sela jari ibu tua
Berlagak alay dengan wajah tanpa dosa.

Aduhai, sungguh belagak kau rupanya
Tak sadar kau campuri dosa dengan gelak hidup
Jangan bangkang, bung!
Life tak selamanya hidup
Dead pasti mati.

Padang Panjang, 2018

 

Nirwarna

Dermaga membelah senja
pun sepi membalut luka
tersimpan serasa satu kata
memeluk jiwa yang tabah
di balik tatap nirwarna

Padang Panjang, 2018

Husnul Hidayati Annajmi kelahiran 11 januari 2001. Sekarang tercatat sebagai siswa Man 2 Nasional Kota Padang Panjang. Husnul juga merupakan siswi sanggar bahasa dan sastra rumah puisi Taufik Ismail yang aktif dalam mengikuti setiap kegiatan sejak menduduki kelas X. Tidak hanya mengikuti setiap kegiatan, Husnul juga telah banyak menciptakan karya-karyanya dalam bidang sastra terutama puisi. Husnul menyukai puisi sejak kelas VIII SMP. Lewat puisi Husnul meluahkan segala bahagia dan gundah gulananya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below