Pemkab Intan Jaya Jalin Kerjasama Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan UGM

 

Yogyakarta, Radar Pagi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya, Papua, menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman Bersama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Penandatanganan dilakukan di Ruang Sidang Pimpinan UGM, Rabu (2/5/2018).

Dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, S.Si, M.Si dan Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng itu, disepakati kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Nota Kesepahaman Bersama ini berlaku untuk jangka waktu 4 tahun sejak ditandatangani, dan dapat diakhiri atau diperpanjang sesuai persetujuan bersama,” ujar Bupati Natalis Tabuni kepada Radar Pagi, di lokasi acara, usai penandatanganan.

Bupati menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan ini, dalam waktu dekat akan diatur dan dituangkan kembali dalam bentuk perjanjian tersendiri yang mengacu pada Nota Kesepahaman Bersama tersebut.

Selama ini, kondisi pendidikan di Papua memang masih tertinggal dibanding daerah lain, meskipun Papua sejak tahun 2001 mendapatkan kewenangan khusus. Tertinggalnya kondisi pendidikan di Papua berdampak serius terhadap rendahnya kinerja pembangunan daerah.

Karena itu, Bupati Natalis Tabuni meyakini Nota Kesepahaman Bersama memiliki arti penting karena ke depannya dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan di Papua, khususnya di Kabupaten Intan Jaya.

Bupati juga menjelaskan, kerjasama dengan pihak UGM ini merupakan salah satu bentuk tindaklanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Nabire, Papua, pada 20 Desember 2017 tahun lalu. Di mana saat itu, Jokowi secara khusus mengundang para bupati dari kawasan Meepago, salah satunya Bupati Intan Jaya, untuk membicarakan berbagai persoalan pembangunan fisik maupun sumber daya manusia.

Perhatian besar yang diberikan pemerintah pusat kepada Papua, khususnya Kabupaten Intan Jaya antara lain berupa rencana pembangunan jalan dan jembatan, seperti pembangunan jalan dan jembatan dari Intan Jaya ke Paniai sepanjang 85 km. Juga ada pembangunan Bandara Sugapa di Intan Jaya. Lalu rencana pendirian pabrik garam serta membangun industri pariwisata skala internasional, terutama wisata gunung salju Puncak Cartenz.

“Hasil perbincangan dan kesepakatan kami dengan Bapak Presiden waktu itu adalah untuk percepatan pembangunan dan kemakmuran rakyat di Intan Jaya,” ujar Bupati Natalis Tabuni.

Namun semua pembangunan yang dilakukan di Intan Jaya tidak akan ada artinya bila sumber daya manusia di sana tidak mencukupi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berusaha keras menghasilkan sumber daya manusia unggulan dengan meningkatkan mutu pendidikan bagi warganya. Diharapkan di masa depan, sumber daya manusia ini akan mampu melanjutkan dan mengelola hasil pembangunan di Intan Jaya.

“Semua ini sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan visi misi kami di Intan Jaya pada periode 2012 – 2017 lalu dan sekarang dilanjutkan untuk periode 2018 – 2022, demi upaya menuju Intan Jaya Pintar, Sehat, dan Sejahtera,” kata Bupati.

Dalam pertemuan dengan pihak UGM ini, dari pihak Pemkab Intan Jaya, hadir pula Kepala  Bapeda, Kadis PU, dan beberapa staf pemerintahan lainnya. (Om Yan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below