by

3 Purnawirawan Jadi Tersangka Makar, Akankah Dalang Terungkap?

-Utama-610 views

Jakarta, Radar Pagi – Tiga purnawirawan dijadikan tersangka kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang memakan 9 korban tewas. Ketiganya adalah mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen, mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko, dan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Mohammad Sofjan Jacoeb.

Belum lagi para tersangka lain, seperti politikus PPP Habil Marti yang diduga sebagai sosok donatur untuk membeli senjata guna mengeksekusi empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Pro kontra pun bergulir di tengah masyarakat. Ada yang langsung memvonis ketiganya memang terlibat dalam kerusuhan, ada juga yang menyebut mereka hanya korban politik alias salah tuduh.

“Para purnawirawan adalah patriot bangsa, ya tidak punya keinginan makar dan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh bangsa,” ujar Juru Bicara BPN, Andre Rosade di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

“Agak mustahil lah beliau ingin melakukan makar, tapi mari kita uji di pengadilan saja kita hormati proses hukum,” imbuh Politikus Partai Gerindra itu.

Tapi bahkan yang setuju ketiganya terlibat dalam kerusuhan pun rata-rata berpikir bahwa peran mereka hanyalah sebagai wayang. Masih ada dalang sesungguhnya yang belum tersentuh.

Dugaan ada elite politik yang ikut bermain sempat disuarakan sejumlah pihak. Salah satunya, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan.

“Jelas sekali ada mastermind ada orang aktor-aktor intelektual yang mendesain ini semua, memanfaatkan demonstrasi damai minggu lalu itu untuk menyebar teror demi kepentingan politik mereka,” ujar Bara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/5/2019) silam.

Meski tidak menyebut siapa dalang yang dimaksud, namun Bara melihat dalang itu jelas merupakan orang kuat karena mampu memberikan pendanaan dan mendesain semua kejadian.

Sementara pengamat intelijen, Diyauddin mengaku yakin, ada elite politik yang bermain dalam kerusuhan itu. Terlebih saat itu nuansa Pilpres masih kental terasa.

“Tapi saya ndak berani nyebutinnya. Yakin banget. Dan, ini benar-benar situasi kerusuhan kemarin itu adalah situasi yang di-setting untuk menciptakan situasi 1998, ada chaos dan sebagainya, sampai seolah-olah ini menjadikan pilpres ini deligitimate,” kata dia, dikutip dari liputan6.

Pendapat berbeda diberikan pengamat politik sekaligus Anggota Dewan Pakar the Habibie Center, Indria Samego. Dia menegaskan harus jelas siapa elite politik yang diduga menjadi sang dalang.

Menurut dia, bila Prabowo yang dituduh sebagai dalang, maka sejauh ini belum ada indikasi yang mengarah bahwa Capres 02 itu bisa dikaitkan dengan kasus kerusuhan dan dugaan makar. Sebab bisa saja dalangnya adalah orang-orang di sekitar Prabowo, sementara Prabowonya sendiri tidak tahu apa-apa.

“Atau mungkin ini bagian dari elemen-elemen yang mengharapkan Prabowo menang. Sehingga menggunakan cara-cara yang diperkirakan bisa mewujudkan kemenangan, tanpa harus menyampaikan kepada Prabowo,” kata dia.

Karena itu, menurut Indria, semua prasangka harus diuji dengan pembuktian yang kuat.

“Curiga boleh, tapi itu bukan hukum. Bukti yang harus dijadikan pegangan,” tambah dia.

Polisi sendiri mengaku telah mengantongi petunjuk dan alat bukti. “Tapi belum waktunya kami sampaikan karena memang ini masih dalam proses,” ujar Kadiv Humas Polri M. Iqbal dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Selasa (12/6/2019) kemarin.

“Percayakan kepada Polri, tentu di-back up oleh TNI untuk mencari benang merah dari kasus yang kami tangani,” ujar Iqbal.

Bakal Diungkap

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko meminta semua pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan kepolisian mengenai dalang kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Hal itu dikatakan Moeldoko saat ditanya soal dugaan mantan elite TNI lain berperan sebagai dalang kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta itu.

“Nanti akan ketahuan siapa yang sesungguhnya, ini masih proses. Kemarin sudah bagaimana asal usul senjata, selanjutnya yang berada di balik ini semua. Jadi belum benar-benar ke dalang kerusuhannya,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Dia tidak menutup kemungkinan bila ada tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam peristiwa kerusuhan di luar Kivlan Zen.

“Ya, bisa ada, bisa bagaimana nanti hasil investigasi berikutnya,” ujarnya. (arman)

 

 

 

News Feed