by

Ini Alasan PAN Ngebet Gabung di Koalisi Pemerintahan

-Utama-398 views

Jakarta, Radar Pagi – Kader-kader PAN tampaknya lebih realistis dalam menyikapi hasil Pilpres 2019. Ketimbang ngotot terus menyerang pemerintah sebagaimana yang dilakukan senior mereka, Amien Rais, sebagian kader PAN ini mulai berpikir untuk merapat ke dalam pemerintahan.

PAN dinilai sebagian kadernya lebih baik berada dalam jajaran pemerintah sebab secara historis partai tersebut memang selalu berada dalam pemerintahan.

“Secara historis dari organisasi kita berdiri Agustus ‘98 sampai sekarang, sebagian besar waktu kita ada di pemerintahan. Jadi memang sudah jadi pola dan tradisi dalam PAN buat ada di pemerintahan,” kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa saat lalu.

Alasan lainnya bila PAN berada dalam pemerintahan, maka PAN dapat berbuat lebih banyak bagi masyarakat, dan lebih efektif. Menurut Bara, PAN ingin terlibat memperbaiki kondisi di tanah air.

“Keterlibatan ke depan untuk menjawab berbagai tantangan Indonesia. Banyak kan, kemiskinan, intoleransi,” katanya.

Karena itu, kata Bara, PAN sebaiknya ada di dalam pemerintahan, bahkan jika pemerintahannya adalah pemerintahan Jokowi, maka ke sanalah mereka bergabung.

Namun Bara menegaskan peluang PAN bergabung dengan pemerintahan Jokowi tergantung dari keputusan rapat internal dan melihat lebih dulu hasil putusan MK.

“Kita kan punya mekanisme, di Rakernas. Nanti kita lihat semua setelah proses di MK selesai,” katanya.

Ketika ditanya apakah Amien Rais setuju bila PAN bergabung dalam pemerintahan, Bara menjawab bila keputusan PAN bergabung atau tidaknya ke kubu 01 tidak bisa bergantung pada satu orang.

“Proses pengambilan keputusan itu harus dilakukan secara konstitusional, tidak bisa tergantung pada satu orang,” katanya.

Dia menegaskan bahwa pemimpin utama partai politik adalah ketua umum. “Ketua umum lah yang memimpin organisasi sehari-hari,” katanya.

Isu Partai Amanat Nasional (PAN) merapat ke koalisi pengusung Jokowi-Maruf Amin belakangan ramai diperbincangkan.

Isu tersebut mencuat setelah Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan bertemu Jokowi di Istana Negara pada Rabu (24/4/2019).

Saat itu, Zulkifli diketahui menghadiri pelantikan Murad Ismail dan Barnabas orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. (Safrizal)

 

 

News Feed