by

Muncul Petisi Online Cabut WNI Rizieq Shihab, Ini Kata FPI

-Utama-1,848 views

Jakarta, Radar Pagi – Setelah pro dan kontra perpanjangan izin ormas Front Pembela Islam (FPI), belakangan muncul petisi online di laman Change.org berisi tuntutan ‘cabut status WNI Habib Rizieq Shihab.

Petisi ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, dan Menko Polhukam Wiranto.

Ada beberapa alasan petisi itu dibuat, antara lain bila FPI hanya dibubarkan maka ormas serupa pasti dibentuk kembali dengan nama lain. Tapi bila status WNI Rizieq dicabut, diharapkan ormas serupa akan kehilangan motor penggeraknya.

Petisi yang dibuat oleh akun 7inta Putih. pada 17 Mei 2019 tersebut mengingatkan Rizieq sebagai orang yang paling bertanggung jawab di balik segala provokasi pasca hasil pemilu yang baru berlalu.

“Jika kita hanya berteriak Bubarkan FPI, Saya rasa belum cukup, karena Rizieq Shihab pasti akan membentuk Ormas lainnya dengan nama yang berbeda, namun berperilaku sama,” bunyi petisi itu.

Dilihat RadarPagi pada Sabtu (8/6/2019) pukul 9.30 WIB, petisi online berjudul ‘Cabut Status WNI Rizieq Shihab’ yang dibuat 3 pekan lalu itu sudah ditandatangani lebih dari 70 ribu orang. Jumlah tersebut djperkirakan akan terus bertambah, mengingat suara-suara mendesak pembubaran FPI semakin kencang terdengar belakangan ini.

Menanggapi petisi tersebut, Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan siapa saja zaman sekarang anak SD pun bisa buat petisi online asal bisa ngetik dan main gadget. “Anak SD juga bisa,” kata Munarman, Jumat (7/6/2019) malam.

Menurut menantu Anton Medan ini, mencabut kewarganegaraan adalah persoalan hokum, bukan urusan opini. “Urusan cabut kewarganegaraan itu bukan urusan online dan bukan urusan gorengan opini, tapi itu urusan hokum,” katanya.

Dia menyebut orang yang tidak mengerti hukum kewarganegaraan hanya akan menebar kebodohan. “Saat ini memang zaman banyaknya ruwaibidah tampil, makanya kebodohan merajalela,” kata Munarman.

Perihal tudingan Rizieq terkait dengan ISIS sebagaimana disebutkan dalam pengantar petisi, Munarman membantahnya. “Semua orang yang mengerti tentang mahzab pasti tahu dan paham posisi HRS. Jadi ini orang bodoh yang asal jeplak,” tegasnya. (gunawan)

 

News Feed