by

Kasus Perwira Polri Salah Paham Tuduh Brigjen TNI Ambil HP Berakhir Damai

-TNI/POLRI-3,429 views

Jakarta, Radar Pagi – Kasus salah paham antara perwira Polri AKBP Lalu Muhammad Iwan yang menuduh Brigjen TNI AD Subagyo mengambil ponselnya berakhir damai. Komandan Kodim 0703/Cilacap dan Kapolres Cilacap ikut turun tangan mendamaikan keduanya.

Belakangan ini, di media sosial sedang viral video berisi rekaman di ruang makan salah satu hotel di Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin (3/6/2019) silam. Dalam rekaman tersebut terlihat Brigjen Subagyo bersama keluarganya sedang makan sahur. Di lokasi yang sama juga ada AKBP Lalu Muhammad Iwan.

Usai sahur, Brigjen Subagyo dan keluarga hendak meninggalkan ruang makan untuk kembali ke kamar hotel, AKBP Lalu menghampiri. Dia menanyakan kepada Brigjen Subagyo dan keluarga soal ponselnya. Dia menduga HP-nya telah diambil oleh mereka. Dia meminta Brigjen Subagyo dan keluarganya diperiksa sebelum meninggalkan ruang makan.

Kesalahpahaman pun terjadi akibat peristiwa ini. Terlihat keluarga Brigjen Subagyo menolak untuk digeledah. Namun ternyata ponsel AKBP Lalu Muhammad Iwan memang tidak diambil oleh keluarga Brigjen Subagyo, karena ponsel tersebut tergeletak di atas sebuah meja.

Ponsel tersebut berdering ketika dihubungi oleh office boy hotel yang sebelumnya diminta untuk menghubungi nomor ponsel tersebut.

Sadar dirinya salah menuduh, AKBP Lalu Muhammad pun meminta maaf kepada Brigjen Subagyo dan keluarga.

“Kasus sudah diselesaikan oleh Kapolres dan Dandim Cilacap,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jumat (7/6/2019), dikutip dari detikcom.

Menurut Dedi, AKBP Lalu telah membuat pernyataan maaf tertulis di atas meterai kepada Brigjen Subagyo dan keluarga.

Dalam surat pernyataan tersebut, AKBP Lalu, yang menjabat Kasubbag Renops Wil Ro Binops SOPS Polri, memohon maaf atas kesalahpahamannya terhadap Brigjen Subagyo, yang menjabat Direktur Peralatan TNI AD.

“Kesalahpahaman saja dan AKBP Lalu sudah minta maaf kepada Brigjen Subagyo,” ujar Brigjen Dedi.

Dedi menegaskan TNI-Polri tetap solid di lapangan. Dia juga meminta masyarakat tidak ikut terpancing jika ada pihak-pihak yang mencoba memperkeruh suasana lewat media sosial dengan narasi-narasi yang mengadu domba. (hri/fdn/dtc/igo)

News Feed