by

Pelaku Bom Kartasura Berbaiat Pada ISIS dan Belajar Bikin Bom dari Internet

-Hukum-200 views

Jakarta, Radar Pagi – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Rofik Asharuddin (23) pelaku upaya bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah terpapar paham ISIS dari internet. Setelah itu dia berbaiat sendiri pada ISIS dan belajar membuat bom dari internet.

“Setelah itu dia terinspirasi sendiri, berbaiat sendiri, melakukan operasi sendiri, membuat bom sendiri,” kata Kapolri Tito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019).

Hal itu diakui sendiri oleh pelaku yang masih dalam keadaan hidup dan dirawat di rumah sakit.

“Tersangka masih hidup jadi kita bisa wawancara yang bersangkutan, kapan dia terpapar terorisme. Dia (terpapar) dari internet, dari sosial media,” tuturnya

Pelaku, kata Tito, bisa bikin bom karena bahan-bahannya mudah ditemukan. Dari hasil penggeledahan di rumah Rofik, ditemukan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk merakit bom. Polisi menyita dua plastik berisi belerang, satu plastik potasium florat, detonator, kabel dan beberapa benda lainnya di dalam dua boks penyimpanan.

“Sudah bisa dibuktikan bahan-bahannya memang mudah dicari. Kemudian bomnya kami lihat itu tidak sempurna. Kalau dia sempurna, pasti dia meledak besar,” kata Tito.

Rofik (22), sebelumnya tak mampu menahan syahwat ingin segera mencicipi tubuh mulus 72 bidadari di surga dengan meledakkan bom bunuh diri pada Senin (3/6/2019) malam di dekat pos polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil analisis forensik polisi, Rofik menggunakan bom daya ledak rendah dengan jenis bom pinggang.

Saat Rofik meledakkan diri, terdapat delapan polisi di dalam pos pantau yang semuanya berhasil melarikan diri. Ledakan kemudian melukai Rofik sendiri di bagian perut dan tangan dan saat ini ia tengah dirawat di rumah sakit di Semarang. (arman)

News Feed