by

Nggak Punya Dana Buat Bikin Bom, Rofik Minta Duit Pada Ibunya

-Nasional-2,035 views

Semarang, Radar Pagi – Bomber Pos Polisi Kartasura ternyata anak mami yang belum bisa mandiri. Nggak punya dana buat bikin bom, Rofik Asharuddin pun membeli bahan peledak hasil meminta uang dari ibunya.

“Dia minta uang sama ibunya. Hanya dari ibunya. Beli alat dicicil sejak 2018, beli elektronik, bahan kimia untuk jadi black powder, kemarin casingnya panci, kalau panci ada di rumah. Dia meledakkan manual,” ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (5/6/2019).

Menurut Rycko, orangtua Rofik tidak tahu anaknya minta uang buat bikin bom, sebab setahu mereka Rofik belajar bikin mercon.

“Orangtua sudah ingatkan agar tidak buat-buat mercon, tahunya mercon besar,” kata Rycko.

Rofik, kata Rycko, memang belajar bikin mercon sebagai dasar belajar membuat bom. Mercon itu biasanya dia bagikan kepada anak-anak tetangga. Setelah merasa mahir, barulah Rofik membuat bom.

“Diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya, membuat mercon dibagi ke anak anak, latihan di belakang rumah yang ada sawah. Akhirnya buat bom seperti yang digunakan 2 hari lalu,” ujar Rycko.

Meski tidak tahu anaknya membuat bom, tetapi orang tua tahu Rofik berbaiat pada ISIS, sebab keluarga pernah diajak oleh Rofik untuk berbaiat, tetapi tidak ada yang mau. Akhirnya, Rofik pun berbaiat sendiri.

Dia berkomunikasi dengan pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi lewat facebook sejak tahun 2018 dan dibaiat. Ia didoktrin dengan ajaran yang syarat kekerasan.

“Kedua pelaku (Rofik dan Abu Bakar) sejak 2018 aktif komunikasi melalui medsos dan internet. Berkomunikasi denganan pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi. 2018 akhir berbaiat kepada Baghdadi,” tutur Rycko. (igo)

 

News Feed