by

Sakit Stroke, Permadi: Berjalan Saja Sulit Bagaimana Mau Ikut People Power?

-Utama-197 views

Jakarta, Radar Pagi – Politikus senior yang kini bergabung dengan Partai Gerindra dan sedang terjerat kasus makar, Permadi, mengaku dirinya tidak mungkin mengikuti seruan aksi people power yang disuarakan Kivlan Zen. Alasannya, karena dia sedang sakit stroke.

“Kivlan Zen pidato sendiri, mengajak makar, mengajak ngepung KPU, mengajak ngepung Bawaslu, itu di luar kewenangan saya. Dan saya tidak mengikuti seruan Kivlan Zen baik di Lapangan Banteng, ngepung Bawaslu maupun mengebom KPU,” kata dia di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5/2019).

Kata Permadi, dia tidak mungkin hendak melakukan makar dengan kondisi fisik sedang sakit stroke.

“Berjalan saja sulit. Bagaimana saya ikut demo atau people power?” ujarnya.

Dia menjelaskan,  dalam sebuah pertemuan di kawasan Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan, dirinya memang membacakan sebuah petisi, namun seruan people power keluar dari mulut Kivlan Zen.

“Saya dijadikan saksi untuk Kivlan Zen. Saya ditanya apakah kenal, saya kenal ya pada waktu ketemu di Tebet Timur Dalam No 133. Sebelumnya tidak pernah ketemu,” kata Permadi.

“Kemudian saya membacakan petisi yang diberi judul ‘We Don’t Trust’, lalu Kivlan pidato sendiri mengajak people power, mengajak kepung KPU, Bawaslu. Itu di luar kewenangan saya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Permadi dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai saksi. Pertama, dia jadi saksi kasus dugaan upaya makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Kedua, dia diperiksa sebagai saksi terlapor atas laporan yang dituduhkan padanya sendiri, yaitu dugaan upaya makar dan ujaran kebencian. (gunawan)

 

News Feed