by

28 Kiai Sepuh NU Jatim Tegaskan Aksi People Power Haram

-Utama-779 views

Surabaya, Radar Pagi – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama melakukan Bahtsul Masail atau musyawarah untuk menyikapi kelompok yang menolak hasil pemilu dengan mengerahkan people power atau belakangan diperhalus menjadi kedaulatan rakyat. Bahtsul Masail yang diberi nama Batsul Masail Kebangsaan tersebut memutuskan hukum menolak hasil pemilu dengan dalih kedaulatan rakyat adalah haram.

Keputusan itu dikeluarkan oleh 28 Kiai sepuh NU setelah melakukan serangkaian kajian. Dalam perspektif Fiqh, menurut mereka, menolak hasil pemilu yang mendelegitimasi KPU atau hasil pemilu sangat tidak dibenarkan alias haram. Apalagi penolakan dilakukan dengan pengerahan massa yang mengarah pada tindakan makar.

“Batsul Masail Kebangsaan ini dilakukan selama dua hari dengan penuh perdebatan. Perdebatan itu sampai pada keputusan dalam perspektif fikih, yakni tidak diperbolehkan atau haram hukumnya menolak hasil pemilu dengan menyebarkan narasi yang mendelegitamasi KPU, provokasi berdalih people power atau kedaulatan rakyat, provokasi revolusi, dan inkonstitusional,” ujar Katib Suriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif  di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya, Senin (20/5/2019).

Syafrudin menyatakan, tindakan tersebut diharamkan lantaran terdapat tujuan atau dampak yang bertentangan dengan undang-undang atau syariat dan dapat mengarah pada perilaku makar.

“Karena tindakan tersebut dapat mengarah pada tindakan makar, menyulut konflik sosial, perang saudara, dan mengacaukan keamanan nasional,” kata Syafrudin.

Menurut Kiai Syafruddin, keputusan tersebut didasari pada Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab Fiqh. Di antaranya, Surat An-Nisa’ ayat 59 dan Surat Al Buruj ayat 10. .

“Dasarnya Al Quran surat An Nisa ayat 59, kita disamping harus taat kepada Allah dan hasilnya, harus taat kepada Ulil Amri adalah pemimpin negara termasuk di dalamnya lembaga yang disetujui dan ditunjuk untuk melaksanakan pemilihan pemimpin. Al Buruj Ayat 10, Al hujurat ayat 9, hingga Al maidah ayat 33,” ungkap Kiai Syafruddin.

Menyikapi provokasi menolak hasil pemilu, PWNU Jatim mengimbau masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, agar tidak terprovokasi gerakan tersebut. PWNU Jatim juga mendukung penuh aparat keamanan untuk mengambil tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (maria)

 

 

News Feed