by

Sandiaga Ingatkan Penangkapan Pengancam Penggal Kepala Jokowi Harus Sesuai Hukum

-Utama-2,400 views

Jakarta, Radar Pagi – Cawapres Sandiaga Uno mengingatkan penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Hermawan Susanto (HS) pada Minggu (12/5/2019) pagi tadi harus sesuai hukum yang berlaku. HS adalah lelaki yang melontarkan kalimat ancaman penggal kepala Presiden Jokowi dalam video yang viral di masyarakat.

“Semua harus dalam koridor hukum,” ujar Sandiaga di Sekretariat Nasional, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/5/2019).

Dia pun berpesan kepada para pendukungnya untuk menahan diri selama bulan Ramadhan dan tetap setia mengawal proses Pemilu 2019.

“Dalam bulan suci Ramadhan ini kita harus menyampaikan yang sejuk-sejuk, pastikan bahwa bulan suci Ramadhan ini kita katakan yang baik-baik mendorong agar proses pemilu dikawal sesuai dengan koridor jujur dan adil,” ujar Sandi.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kemudian mengungkit video viral ABG yang menyebut Jokowi kacung dan kasus pria yang mengancam Fadli Zon.

“Jelas yang dilakukan anak ini salah dan melanggar hukum harus ditindak. Namun pertanyaannya bagaimana dengan Nathan yang akan membunuh @fadlizon dan seorang anak yang menyebut Presiden sebagai kacung dia. Apakah mereka diperlakukan sama dan ditangkap?” cuit Dahnil dalam akun Twitternya, Minggu (12/5/2019).

ABG berusia 16 tahun yang disinggung Dahnil dalam cuitannya adalah seorang remaja keturunan Cina berinisial RJ yang sebenarnya juga sempat diamankan pihak kepolisian setelah menyerahkan diri.

Namun polisi kemudian melepas remaja tersebut dengan alasan masih di bawah umur, dan sudah meminta ampun atas perbuatannya. Berbeda dengan pelaku pengancam penggal kepala Jokowi yang mungkin dinilai sudah cukup umur untuk dijadikan tersangka.

“Saya RJ, saya minta maaf atas kesalahan saya yang saya anggap bercanda. Saya benar-benar minta ampun kepada Bapak Presiden Jokowi dan seluruh masyarakat Indonesia atas kenakalan saya, terima kasih,” kata RJ setahun silam.

Selain Hermawan, seorang wanita yang berada di dalam video yang menampilkan Hermawan melontarkan dugaan ancaman itu juga dipolisikan.

“Yang perempuan itu juga akan diproses, dan kita sudah bikin LP (laporan polisi)-nya,” ujar Ketua Umum TimJokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer yang melaporkan wanita itu di Polda Metro Jaya, Minggu (12/5/2019).

Wanita tersebut diduga sebagai pembuat konten video. “Yang pembuat (video) yang perempuan itu dan yang mengancam. Yang laki-laki sudah ditangkap, tinggal perempuan. Mudah-mudahan nggak lama lagi diproses,” ucap Immanuel. (igo)

News Feed