by

Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi: Sangat Mudah Cari Dalang Isu KPU Curang

-Politik-1,571 views

Jakarta, Radar Pagi – Mantan Aster Kepala Staf  TNI-AD, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi menilai isu KPU curang dilontarkan oleh para wayang yang sedang dimainkan oleh Dalang merangkap Operator.

Menurut Saurip, untuk mengetahui siapa penanggap wayang yang sesungguhnya bukanlah pekerjaan sulit. Dalangnya adalah mereka yang menganggap kemenangan Paslon-01 sebagai sakaratul maut.

“Dengan meminjam istilah Capres-02, mereka adalah pihak-pihak bermasalah yang selama ini  memperkosa Ibu Pertiwi sehingga takut terhadap bayang-bayang dirinya sendiri,” kata Saurip Kadi di Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

“Maka pertanyaan yang harus dijawab oleh kita bersama adalah ‘Siapa Pemangku Hajat yang Berkepentingan Menanggap Wayang?'” sambung Saurip Kadi.

Sebagian dari mereka, kata Saurip, begitu serius karena mengira bahwa untuk lepas dari “kematian” hanya ada satu cara yaitu ketika Pemilu 2019 gagal, sehingga muncul kesempatan untuk menampilkan tokoh dari lingkungan mereka sendiri sebagai penyelamat keadaan layaknya seorang pahlawan.

“Dan target minimal yang mereka kerjakan tak lebih hanya untuk membuat posisi tawar dengan harapan Pak Jokowi mau bagi-bagi kekuasaan dalam pemerintahan mendatang,” katanya.

Di sisi lain, untuk membatalkan rencana digelarnya “pertunjukan wayang”,  sesungguhnya juga pekerjaan yang sangat mudah. Karena jejak kejahatan yang mereka buat sudah lama diketahui publik.

“Ibaratnya untuk melumpuhkan penjahat, seorang polisi tidak perlu menembak kepala penjahat, tapi cukup dengan menembak kaki bagian bawah seperti jari kelingking sekalipun,” katanya.

Diingatkannya pula, bahwa sejarah mencatat,  dalam kaitan bernegara dimasa lalu, berulang kali sesama anak bangsa kita saling bunuh membunuh. Sudah barang tentu, dibarengi jatuhnya korban dengan jumlah yang tidak kecil. Belum lagi dampak ikutan berupa kehidupan sosial yang memprihatinkan yang diderita puluhan juta keturunan para korban.

Pengalaman tersebut, kata Saurip, semestinya dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua, agar kedepan tidak terulang kembali. Apalagi kalau kita mau menggali apa sebenarnya yang diperebutkan oleh para pendahulu kita yang membuat mereka saling membunuh.

“Bukankah bangsa ini telah menjadi korban dari perebutan pengaruh kepentingan pihak-pihak tertentu, termasuk yang diatas-namakan persaingan ideologi yang tergelar saat itu?” katanya.

“Bukankah semestinya elit negeri ini berkomitmen kuat untuk bersama-sama membangun demokrasi melanjutkan hasil reformasi, karena hanya dengan demokrasi kita dapat menihilkan atau setidaknya meminimalkan penistaan dan atau pendholiman kemanusiaan oleh sesama anak bangsa,” sambungnya.

Saurip berpendapat isu KPU curang sengaja diembuskan untuk menciptakan suasana chaos. Sedang pemantik yang bisa menyulut terjadinya kerusuhan sosial atau kondisi chaos  dalam waktu dekat adalah bentrokan antar massa pendukung Paslon pada saat pengumuman Perolehan Suara oleh KPU tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

“Untuk itu seruan pengerahan massa pendukung dari salah satu Paslon tidak perlu diimbangi oleh pendukung Paslon lainnya. Sing Waras Ngalah, begitu pesan leluhur kita dari Jawa,” tandasnya. (igo)

News Feed